GBK Jadi Ladang Rezeki, Pedagang Andalkan QRIS untuk Transaksi
JAKARTA, investortrust.id – Pusat Pengelolaan Komplek Gelanggang Olahraga Bung Karno (GBK) mencatat sejarah baru dengan membukukan pendapatan tertinggi sejak berdiri, yaitu Rp 566,12 miliar pada 2024. Capaian ini mencerminkan pertumbuhan pendapatan sebesar 236% di atas target, menjadikan tahun 2024 sebagai tonggak prestasi finansial tertinggi sepanjang sejarah pengelolaan Komplek GBK.
Komplek GBK yang memiliki luas 279,1 hektare, berdiri tahun 1962 ditandai dengan pembentukan Yayasan Gelora Bung Karno. GBK memiliki 84% kawasan terbuka hijau dan menjadi hutan kota sebagai tempat bermukimnya 22 jenis burung liar yang senantiasa berkicau sepanjang hari.
Saat ini kawasan yang berada di Jakarta Pusat itu memiliki berbagai macam fasilitas yang dapat mengakomodir beragam kegiatan, antara lain olahraga, konser dan juga pameran. Di balik keramaian GBK, ada kisah-kisah menarik dari para pedagang yang mencari nafkah dengan menjajakan dagangannya di kawasan tersebut. Mulai dari minuman pelepas dahaga hingga jas hujan keliling.
Untuk pelepas dahaga, ternyata selain air mineral, kelapa muda merupakan salah satu yang paling laris terjual. “Best seller-nya kelapa muda, karena habis olahraga banyak yang bilang minum kelapa bisa bikin segar,” ucap Hartoyo kepada Investortrust di Plaza Timur, GBK, beberapa waktu lalu.
Hartoyo mengatakan, ia sudah lima tahun bekerja sebagai karyawan di kios milik saudaranya, yang buka dari pukul 06.00 hingga 22.00 WIB. Puncak keramaian biasanya terjadi di akhir pekan, terutama pada Sabtu dan Minggu pagi saat car free day berlangsung.
“Tapi kalau ada pertandingan bola dan konser, omzet bisa naik 50% lebih,” ujar pria kelahiran Juli 1997 tersebut.
Foto: Investortrust/Lona Olavia
Selain menawarkan aneka minuman kelapa, kios yang diberi nama Kedai Susu GBK ini juga menyediakan beragam minuman dan makanan. Misalnya air mineral, aneka jus, rujak buah, buah potong, siomai, kupat tahu, mie rebus, zuppa soup hingga dimsum. Harga yang dipatok cukup ramah kantong dari Rp 5.000 hingga Rp 30.000.
Soal pembayaran, ia mengatakan, sudah banyak yang menggunakan layanan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). “8 dari 10 orang bayar pakai QRIS. Apalagi kan orang olahraga jarang sekali yang bawa dompet,” ujarnya.
Hartoyo sendiri merupakan nasabah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) sejak sembilan tahun lalu. Sebagai orang Bengkulu, Sumatera ia mengatakan, BRI memiliki jaringan yang lengkap disana. “Di Bengkulu itu kalau cari BRI lebih gampang, ATM-nya juga banyak disana,” kata ia.
Baca Juga
Super Apps BRImo Jamin Transaksi QRIS Makin Praktis Selama Libur Lebaran
Bisnis Musiman yang Menguntungkan
Beda cerita dengan Hartoyo yang berusaha di kios tetap dalam GBK, Wahyudi harus berkeliling kawasan tersebut untuk menjajakan dagangannya. Wahyudi mengatakan, sejak Covid, ia harus mencari kerja sampingan, karena tuntutan hidup.
Pria kelahiran Juli 1973 ini, setiap Senin – Jumat pukul 08.00 – 18.00 WIB bekerja di tempat fotocopy di wilayah Menteng Raya, Jakarta bagian pemasangan hardcover. Dari hasilnya bekerja, ia hanya mengantongi gaji Rp 2,5 juta per bulan. Untuk itu, ia memutuskan setiap Sabtu – Minggu atau saat ada acara besar di GBK, ia banting setir untuk menjual jas hujan atau aksesori konser, seperti bando dan kipas.
Seperti kala itu, di hari pertama Kapan Lagi Buka Bareng BRI Festival 2025 yang berlangsung di Plaza Parkir Timur GBK, Sabtu (15/3/2025) sore, Wahyudi dengan cekatan menawarkan para pengunjung yang baru saja datang di acara tersebut. Bukan tanpa alasan, memang saat itu sedang turun hujan meski tidak terlalu lebat.
Foto: Investortrust/Lona Olavia
Jas hujan yang dibelinya di daerah Kota, ia hargai Rp 20.000 per potong, namun jika ada yang menawar Rp 15.000 ia tidak mengelaknya. Pasalnya, di hari biasa, harga jas hujan di jalanan bisa lebih murah, sekitar Rp 10.000 per potong.
Selain jas hujan, ia juga menjual bando dan kipas bergambarkan musisi yang sedang tampil saat konser musik. Jika bando dan kipas, ia mengambilnya dari seorang teman. Bagi para pedagang aksesori konser, event besar adalah ladang emas. Salah satu yang paling banyak diburu saat itu ceritanya adalah Blackpink, girl band asal Korea Selatan yang beranggotakan Jisoo, Jennie, Rose, dan Lisa.
“Saat konser Blackpink di Jakarta, kipas konser laku keras. Harganya bisa Rp 50.000 per kipas dan tidak ada yang menawar,” kenangnya.
Alhasil dari konser tersebut, ia bisa mendapatkan keuntungan bersih hingga Rp 700.000 per hari. Apalagi gelaran Blackpink World Tour (Born Pink) in Jakarta, digelar 11-12 Maret 2023 di Stadion Utama GBK.
Sementara untuk acara-acara biasa, pria yang tinggal di Rumpin, Bogor itu mengaku hanya bisa mengantongi keuntungan maksimal Rp 500.000. Meski begitu, dari kerja kerasnya tersebut, Wahyudi bisa menyekolahkan anaknya hingga ke perguruan tinggi, tepatnya di Universitas Peradaban, Brebes, Jawa Tengah. “Saya merantau sendiri ke Jakarta, keluarga masih di Jawa Tengah,” kata pria asal Banyumas itu.
Soal metode pembayaran, meski ia pedagang keliling, ia mengaku salah satu kunci kesuksesannya adalah pembayaran digital menggunakan QRIS. “Dulu ada pelanggan yang tanya, bisa QRIS gak?. Dari situ saya mulai sediakan QRIS,” ucap nasabah BRI tersebut.
Foto: Investortrust/Lona Olavia
Baca Juga
Transaksi QRIS Melesat 46 Kali Lipat Dalam Empat Tahun Terakhir
Manfaat QRIS?
Dilansir dari laman resmi BRI, QRIS adalah standarisasi pembayaran menggunakan metode QR Code dari Bank Indonesia agar proses transaksi menjadi lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya.
Manfaat QRIS pun beragam. Mulai dari transaksi menjadi lebih efektif dan efisien sehingga dapat memangkas waktu antrian. QRIS juga dapat diterima oleh seluruh e-wallet dari berbagai metode pembayaran dengan maksimal pembayaran Rp 2 juta per transaksi. Penyedia aplikasi pembayaran juga dapat menetapkan batas nominal kumulatif harian dan atau bulanan atas transaksi QRIS yang dilakukan oleh setiap pengguna QRIS, ditetapkan sesuai mitigasi risiko pengguna.
Persyaratan mendapatkan QRIS juga cukup mudah, yakni membuka rekening BRI, mengisi form yang telah disediakan, dan identitas diri seperti KTP dan NPWP.
Transaksi Melonjak
Foto: Investortrust/Mohammad Defrizal
Sementara itu, Bank Indonesia (BI) mencatat volume transaksi pembayaran digital melalui QRIS melonjak 163,32% secara tahunan (year on year/yoy) pada Februari 2025.
“Kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital pada Februari 2025 tetap tumbuh didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal,” ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Konferensi Pers Rapat Dewan Gubernur, Rabu (19/3/2025).
Dari sisi transaksi, pembayaran digital mencapai 3,38 miliar transaksi atau tumbuh 31,21% yoy pada Februari 2025 yang didukung oleh seluruh komponennya. Demikian pula, volume transaksi pada aplikasi mobile dan volume transaksi pada internet terus meningkat masing-masing tumbuh sebesar 32,22% yoy dan 16,51% yoy pada Februari 2025.

