BCA Bagi Dividen Rp 36,9 Triliun, Angkat Hendra Presdir
JAKARTA, investortrust.id - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memutuskan pembagian total dividen menembus Rp 36,9 triliun, atau senilai Rp 300 per saham. Jumlah itu mengindikasikan dividend payout ratio sebesar 67,4% untuk tahun buku 2024. Pemegang saham juga mengangkat Gregory Hendra Lembong sebagai presiden direktur (presdir) Perseroan.
Keputusan tersebut ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BBCA yang diselenggarakan Rabu (12/03/2025) ini. Jumlah dividen Bank swasta terbesar di Indonesia itu meningkat 11,1% dibandingkan dividen tunai yang dibagikan untuk tahun buku 2023. BCA tercatat membukukan laba bersih Rp 54,8 triliun tahun 2024, tumbuh 12,7% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 48,6 triliun.
Baca JugaFitch Maintains Indonesia’s BBB Credit Rating with Stable Outlook
Sebelumnya, BBCA telah membagikan dividen interim sebesar Rp 6,1 triliun atau Rp 50 per saham, yang telah dibayarkan pada 11 Desember 2024. Sisanya sebesar Rp 30,8 triliun atau setara Rp 250 per saham dibagikan sebagai dividen final BBCA, yang dibayarkan Perseroan pada tanggal yang akan ditetapkan direksi BCA.
Di lantai bursa, harga saham BBCA menguat 1,68% ke level Rp 9.075 pada sesi I perdagangan hari ini. Dengan asumsi harga itu, maka yield dividen final BBCA sebesar 2,75%.
Baca JugaAsing dan Orang Kaya Buru SBN dan Net Sell Saham, Dampaknya?
Presiden Direktur Hendra Lembong
RUPST yang digelar Menara BCA Grand Indonesia ini juga menyetujui pergantian direksi dan komisaris. "Mengangkat Bapak Gregory Hendra Lembong selaku presiden direktur Perseroan. Ini berlaku efektif pada tanggal yang ditentukan oleh perseroan sesuai ketentuan," papar keterangan resmi manajemen BCA di Jakarta, Rabu (12/03/2025).
Hendra bukan orang baru di BCA, ia menjabat wakil presiden direktur sejak 2022. Dia bertanggung jawab menangani Group Strategic Information Technology dan Group Operation Strategy & Development, serta menjalankan supervisi umum atas direktur keuangan dan perencanaan perusahaan serta direktur transaksi perbankan.
Sementara itu, pemegang saham juga memberhentikan dengan hormat Jahja Setiaatmadja selaku presiden direktur Perseroan. Hal ini efektif berlaku sejak presiden direktur penggantinya telah efektif menjabat.
RUPST BCA juga mengangkat John Kosasih sebagai wakil presiden direktur. Keputusan ini akan berlaku efektif usai mendapatkan restu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Hendra Lembong efektif menjabat sebagai orang nomor satu di BCA. John Kosasih sebelumnya menjabat sebagai direktur BCA sejak 2021.
"Pemegang saham juga menyepakati pengangkatan Hendra Tanumihardja selaku direktur BCA. Ini berlaku efektif usai disetujui OJK dan ketika John Kosasih efektif menduduki posisi wadirut," ungkapnya.
Sementara itu di tataran Dewan Komisaris BBCA, RUPST menerima pengunduran diri Djohan Emir Setijoso selaku presiden komisaris BCA yang efektif sejak 1 Juni 2025. Posisi Djohan akan digantikan oleh Jahja Setiaatmadja yang diberhentikan dengan hormat dari tugasnya sebagai nakhoda BCA.
“Mengangkat Bapak Jahja Setiaatmadja selaku presiden komisaris Perseroan. Ini berlaku efektif pada tanggal yang ditentukan oleh Perseroan, dengan memperhatikan ketentuan dan/atau persyaratan yang ditentukan oleh Otoritas Jasa Keuangan,” tulisnya.

