Sematkan Citra BRIS sebagai Bank Syariah Modern, Porsi Nasabah Millenial Capai 30%
JAKARTA, Investortrust.id – PT Bank Syariah Indonesia Tbk berupaya membentuk citra perseroan sebagai bank syariah yang modern, enerjik dan fresh agar mampu merangkul generasi milenial yang digital savvy. Langkah ini bisa dinilai berhasil, setidaknya jika melihat sebesar 30% dari total nasabah bank syariah terbesar di Tanah Air ini merupakan nasabah dari kalangan milenial.
“Sebelum BSI hadir, perbankan-perbankan syariah itu branding-nya ‘ketinggalan’. Baik itu dalam bentuk mengkomunikasikan kepada masyarakat atau nasabah. Kita ingin BSI ini menjadi bank yang modern, universal, kemudian dekat dengan milenial,” kata Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk Hery Gunardi dalam kesempatan berbuka puasa bersama dengan para pemimpin media massa di Jakarta, Jumat (7/3/20265).
BSI pun sejak awal berdiri berusaha merancang logo dan menerapkan cara beriklan yang dinamis dan enerjik, agar dapat merangkul para generasi milenial. “Ini membuat pandangan dan juga penerimaan dari para customer itu melihat bahwa BSI ini banknya anak muda. Dan sekarang alhamdulillah makanya 30% customer kita itu adalah milenial,” kata Hery.
Ia pun berharap jumlah nasabah milenial di perbankan syariah dan BSI khususnya bisa terus meningkat.
Baca Juga
Berdasarkan data yang dihimpun Datatrust, nasabah BSI terbanyak ada pada rentang usia produktif 25-34 tahun sebesar 23,27%, diikuti rentang usia 35-44 tahun sebesar 20,99%, dan usia 45-54 tahun sebesar 18,29%.
Dalam kesempatan yang sama, ia berpendapat jika selama ini skema-skema dan akad di perbankan syariah yang sejatinya menawarkan banyak kelebihan, tetapi masih menggunakan istilah dalam bahasa Arab, maka sudah sepantasnya agar istilah-istilah tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa lokal.
“Sehingga kelebihan-kelebihan ini akan bisa dinikmati dan dimanfaatkan oleh para nasabah, terutama nasabah-nasabah yang skalanya besar,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama Hery juga menyampaikan bahwa setelah kehadiran BSI, semenjak lahirnya bank syariah pertama tahun 1991, Indonesia telah memiliki bank syariah dengan kapasitas permodalan yang besar, dan masuk dalam lima bank besar di Tanah Air.
Baca Juga
Harga Emas Meningkat, Kinerja Cicil Emas BSI (BRIS) Melesat 174,32%
Bank Syariah Indonesia juga sudah mampu bersaing dengan bank konvensional lainnya, dengan dukungan infrastruktur dan digitalisasi yang mumpuni. Namun sayangnya Indonesia belum mampu mendorong tingkat penguasaan pasar perbankan syariah yang cukup dominan. Hery membandingkan pangsa pasar bank syariah di Malaysia yang terakhir telah mencapai porsi 35%, dan Brunei yang mencapai 50%.
Kendati demikian, lahirnya BSI tentunya telah mampu meningkatkan penguasaan pasar industri perbankan syariah. Sebelum BSI hadir, penguasaan pasar perbankan syariah masih di kisaran 6,5%. “Namun begitu BSI hadir, sekarang alhamduliiah angkanya sudah naik ke 8,5 persen,” kata Hery.
Sementara itu perihal kinerja BSI di 2024, Hery memaparkan perseroan berhasil mencetak laba bersih Rp7,01 triliun, atau bertumbuh double digit 22,83% secara tahunan (yoy). Dengan pertumbuhan laba bersih 22,83% yoy pada 2024, BSI menjadi salah satu di jajaran Top 10 Bank yang mencatatkan pertumbuhan kinerja tertinggi. Pencapaian laba yang tinggi tidak terlepas dari pengelolaan dana pihak ketiga (DPK) yang tepat serta pertumbuhan penyaluran pembiayaan yang tepat dan sustain.
Di tengah ketatnya kompetisi likuiditas sektor perbankan, BSI mencatat pertumbuhan DPK sebesar 11,46% menjadi Rp327,45 triliun. Pencapaian ini ditopang oleh dana murah (CASA) yang mencapai rasio 60,12% dari total DPK. Sepanjang 2024, CASA BSI mencapai Rp197 triliun atau naik 10,65% yoy. Tercatat, DPK BSI dari produk-produk tabungan mencapai Rp140,53 triliun, disusul deposito Rp130,58 triliun, dan giro Rp56,33 triliun. Pengelolaan DPK yang tepat memberikan dampak positif pada penurunan beban bagi hasil.
"Ini berkah menurut saya mudah-mudahan akan berlanjut terus pertumbuhan kita. Dan BSI akan bisa tidak hanya jadi bank nomor 5, tapi juga bisa menjadi bank 3 besar di Indonesia. Insyaallah, amin," kata Hery.

