Permata Bank (BNLI) Bicara Peluang 'Naik Kelas' ke KBMI IV
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Permata Tbk (BNLI) atau Permata Bank buka suara perihal peluang perusahaan naik kelas ke Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti (KBMI) IV.
Direktur Utama Permata Bank Meliza M. Rusli mengungkapkan, Permata Bank saat ini merupakan bank dengan permodalan tertinggi di antara kelompok KBMI III lainnya. Menurut Meliza, Permata Bank akan terus fokus untuk mengimplementasikan target jangka panjang.
Hal itu diungkapkan Meliza dalam acara Public Expose & Press Conference 2025 Permata Bank di Permata Bank Head Office, Gedung WTC 2, Jakarta, Jumat (7/3/2025).
"Mungkin bukan hanya target jangka pendek atau ini meraih ke KBMI IV saja. Yang kami pentingkan di sini adalah untuk meraih sustainability dalam jangka panjang," ujar Meliza.
Baca Juga
Bidik Nasabah Tajir, PermataBank Gandeng JCB Rilis Kartu Kredit Baru "Permata Ultimate Card"
Sebelumnya diberitakan investortrust.id, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan agar jumlah bank yang masuk dalam KBMI IV bisa bertambah dalam beberapa tahun kedepan.
Seperti diketahui, saat ini baru ada empat bank yang masuk dalam KBMI IV. Keempat bank papan atas yang memiliki modal inti di atas Rp 70 triliun tersebut yakni PT Bank Central Asia Tbk (BCA), PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI).
“Kita harapkan dalam 2-3 tahun ke depan sudah ada tambahan enam bank lagi yang akan digeser dari KBMI III menjadi KBMI IV,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae dalam acara Konferensi Pers Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2025 yang bertajuk "Penguatan Sektor Jasa Keuangan yang Stabil dan Inklusif untuk Mendukung Program Prioritas Nasional" di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Selasa (11/2/2024).
Dian menjelaskan, hal ini penting dilakukan agar perbankan bisa turut mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional. Apalagi Presiden Prabowo Subianto menargetkan ekonomi bisa tumbuh hingga 8%.
Lebih lanjut, Dian menyebut, salah satu prinsip dasar pertumbuhan ekonomi suatu bangsa adalah berfungsinya sektor keuangan, termasuk perbankan. Menurut Dian, semakin besar ukuran bank, maka semakin besar pula potensi pertumbuhan kinerjanya, termasuk dari sisi pembiayaan.
“Saya kira untuk bank ini bisa dikatakan size does matter. Ini memang harus kita terus dorong karena semakin besar bank itu akan semakin efisien dan semakin memilik kapasitas untuk ekspansi kredit dan lain sebagainya,” jelas Dian.

