BCA Bakal Punya Presiden Direktur Baru, Ini Pesan Khusus Jahja Setiaatmadja untuk Hendra Lembong
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA Jahja Setiaatmadja menyampaikan harapannya untuk calon penggantinya yang baru, yakni Gregory Hendra Lembong yang saat ini menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur BCA.
Jahja menyampaikan bahwa dirinya berharap Gregory Hendra Lembong dapat terus membuat bank swasta terbesar di Indonesia tersebut selalu cemerlang prestasinya.
"(Pesannya, red) Jagain BCA agar kinclong terus," ujar Jahja saat dihubungi investortrust.id saat ditanya apakah ada wejangan khusus atau harapan untuk Hendra Lembong yang akan menggantikan dirinya usai RUPS mendatang, Kamis (20/2/2025).
Seperti diketahui, BCA akan menggelar RUPST pada 12 Maret 2025 mendatang. Salah satu agenda dalam rapat tersebut adalah perubahan susunan pengurus dewan komisaris dan direksi perseroan.
Secara jelas, salah satu perubahan yang diusulkan dalam RUPST adalah pengangkatan Gregory Hendra Lembong untuk menggantikan Jahja Setiaatmadja sebagai Presiden Direktur BCA.
Sebelumnya diberitakan investortrust.id, berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jahja Setiaatmadja akan dicalonkan sebagai komisaris utama BCA.
Mengenal Gregory Hendra Lembong
Gregory Hendra Lembong memiliki pengalaman perbankan di Indonesia dan di luar negeri lebih dari 30 tahun. Sebelum bergabung dengan BCA, beliau ditunjuk sebagai Chief Transformation Officer yang memimpin Program Transformasi & Strategi untuk seluruh unit atau fungsi di PT Bank CIMB Niaga Tbk sejak bulan Januari tahun 2019, sebagai Chief Fintech Officer CIMB Group Malaysia (Juni 2018 sampai dengan Desember 2018).
Selama masa karir, telah berpengalaman di berbagai bidang dan penugasan di antaranya transformation strategy & implementation, transaction banking and services, global trade finance & corporate cash management business development, regional strategy & planning, dan product solution management.
Gregory meraih gelar Bachelor of Science in Chemical Engineering dari University of Washington dan Master of Science in Engineering Economic Systems dari Stanford University di Amerika Serikat.
Dirinya juga pernah menjadi CEO Group of Transaction Banking CIMB Group Malaysia (Juli 2016 sampai dengan Desember 2018), Chief of Transaction Banking PT Bank CIMB Niaga Tbk (Agustus 2013 sampai dengan Desember 2018), Regional Head of Transaction Services (cash, liquidity, FX), Asia Pacific di J.P. Morgan Asia-Pasific di Singapura (2010-2013), Global COO & Head of Business Development di Deutsche Bank London (2009-2010), dan berkarir di Citibank sejak tahun 1994 sampai dengan 2009.

