Ditopang Kenaikan Kredit 19,5%, Laba Bersih Bank Mandiri Tumbuh 1,31% Jadi Rp 55,78 Triliun
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau BMRI sukses membukukan laba bersih secara konsolidasi sebesar Rp 55,78 triliun di 2024, tumbuh 1,31% secara year on year (yoy). Pertumbuhan tersebut ditopang oleh penyaluran kredit yang meningkat.
Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengungkapkan, total kredit secara konsolidasi yang berhasil disalurkan pihaknya sepanjang tahun lalu mencapai Rp 1.670,55 triliun, tumbuh 19,5% (yoy).
“Kredit wholesale yang menjadi core business perseroan terus menjadi pendorong utama penyaluran kredit,” ujarnya, dalam paparan kinerja Bank Mandiri kuartal IV 2024, secara daring, Rabu (5/2/2025).
Baca Juga
Pertumbuhan tersebut, lanjut Darmawan, tersebar merata di berbagai daerah di Indonesia dan menjadi bagian dari komitmen bank berkode saham BMRI ini dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di dalam negeri.
“Sepanjang 2024, Bank Mandiri mampu mendorong pertumbuhan, baik kredit maupun tabungan hingga lebih dari dua kali lipat pertumbuhan industri. Pertumbuhan yang sangat baik ini tersebar dengan merata di seluruh Indonesia,” katanya.
Sejalan dengan kenaikan kredit, dikatakan Darmawan, rasio kredit bermasalah juga terjaga dengan baik. Tercermin dari non performing loan (NPL) yang berada di level 0,97% di 2024, atau menurun 5 basis poin (bps) secara tahunan.
Baca Juga
Kredit Korporasi Penopang Utama Bank Mandiri, Tumbuh Fantastis 25,5%
Sementara itu sebagai penopang pertumbuhan kredit, Bank Mandiri mencatat pertumbuhan DPK sebesar 7,37% (yoy) menjadi Rp 1.699 triliun di 2024. Faktor pendorongnya yaitu kenaikan signifikan di segmen dana murah atau current account and saving account (CASA) yang terdiri dari tabungan dan giro.
Menurut Darmawan, porsi CASA Bank Mandiri di tahun lalu mencapai 80,3% dari total DPK, mengindikasikan efektivitas strategi dalam mengoptimalkan pendanaan berbasis dana murah. Kenaikan CASA tersebut khususnya didorong oleh peningkatan tabungan sebesar 13,4% (yoy) menjadi Rp 665 triliun, dan giro yang naik 3,6% (yoy) menjadi Rp 606 triliu.
”Keberhasilan ini tidak terlepas dari optimalisasi layanan digital seperti Livin by Mandiri yang semakin mempermudah transaksi dan perencanaan keuangan bagi nasabah ritel, serta Kopra by Mandiri yang memberikan kemudahan dalam pengelolaan keuangan bagi segmen wholesale,” kata Darmawan.

