OJK Ungkap Pentingnya Literasi Keuangan Bagi Para Ibu
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan pentingnya literasi keuangan terutama untuk para ibu dan juga kesejahteraan di suatu negara. Terlebih, OJK memiliki konsen yang sangat besar kepada perempuan Indonesia.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen Friderica Widyasari Dewi mengungkapkan, berdasarkan survei yang dilakukan oleh Organization for Economic and Cooperation Development (OECD), terdapat hubungan yang positif antara literasi keuangan dengan tingkat kesejahteraan keuangan di suatu negara.
Hal itu diungkapkan Friderica dalam Kegiatan Edukasi Keuangan dalam rangka Hari Ibu dengan tema “Ibu Cerdas Keuangan, Keluarga Sejahtera Finansial” di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (23/12/2024).
"Itulah kenapa OJK sangat fokus terhadap edukasi keuangan, terutama untuk Ibu-Ibu. Kenapa? Karena Ibu-Ibu adalah senter dari keluarga yang tadi saya sampaikan, Ibu-Ibu adalah menteri keuangan di keluarga, yang kemudian bagaimana kesejahteraan keluarga sangat ditentukan, salah satunya oleh kemampuan Ibu-Ibu untuk mengelola keuangannya," ujar wanita yang karib disapa Kiki tersebut.
Kiki menjelaskan, OJK melalui Undang-Undang OJK Nomor 21 Tahun 2011, yang kemudian dikuatkan dengan Undang-Undang Pengembangan dan Pekuatan Sektor Keuangan (P2SK), memiliki salah satu mandat yang sangat luar biasa, yakni memberikan literasi edukasi kepada masyarakat. Menurut Kiki, hal tersebut sebagai bentuk dari perlindungan kepada masyarakat.
"Karena kalau masyarakat terliterasi, terlindungi, terinklusi, Insyaallah masuk ke dalam mereka yang terlindungi secara finansial," ungkap Kiki.
Lebih lanjut, Kiki menyebut, dengan adanya edukasi keuangan bagi para ibu, maka para ibu dapat terjaga dan terlindungi supaya tidak terjebak dalam berbagai penawaran keuangan ilegal.
Di sisi lain, Kiki membeberkan bahwa berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2024 yang dilakukan OJK bersama Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan tingkat literasi dan inklusi perempuan lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki.
Menurut survei tersebut, tercatat tingkat inklusi pada perempuan mencapai 76,08% sementara untuk laki-laki mencapai 73,97%. Sedangkan untuk tingkat literasi, pada perempuan mencapai 66,75% dan pada laki-laki mencapai 64,14%.
Sebagai tambahan informasi, dalam rangka meningkatkan literasi keuangan masyarakat, OJK bersama dengan Kongres Wanita Indonesia (Kowani) menyelenggarakan rangkaian kegiatan edukasi keuangan dalam rangka Hari Ibu dengan tema “Ibu Cerdas Keuangan, Keluarga Sejahtera Finansial” di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (23/12/2024).
Kegiatan yang diselenggarakan secara hybrid ini turut dihadiri oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan RI Arifatul Choiri Fauzi, Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) Nanny Hadi Tjahjanto, dan Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Hetifah Sjaifudian.

