OJK Beberkan Sejumlah Tantangan Industri Asuransi di 2025
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan, ada sejumlah tantangan yang akan dihadapi industri perasuransian di Indonesia pada tahun depan. Salah satunya, dampak dari ketidakpastian ekonomi global yang punya banyak perspektif.
“Perspektif yang dihadapi oleh industri perasuransian, antara lain perspektif konsumen secara fundamental dapat dilihat dari tingkat literasi dan inklusi yang rendah,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK Ogi Prastomiyono, dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Oktober 2024, yang diadakan secara virtual, Jumat (1/11/2024).
Kemudian dari perspektif industri, lanjut dia, tantangan asuransi sendiri dikaitkan dengan dukungan permodalan. Untuk mencapai ketentuan mengenai permodalan tersebut, tentunya dibutuhkan tenaga expert dan infrastruktur yang memadai dari perusahaan asuransi itu sendiri.
“Dari perspektif yang lebih makro, OJK melihat bahwa industri perasuransian butuh penguatan untuk dapat berkontribusi terhadap perekonomian, kemudian penguatan dari sisi risk management dan governance,” kata Ogi.
Baca Juga
OJK Catat Premi Industri Asuransi Tumbuh 5,77% Jadi Rp 245,2 Triliun di Kuartal III 2024
Menurutnya, saat ini industri perasuransian sudah memiliki pedoman yang tertuang dalam Peta Jalan Pengembangan dan Penguatan Perasuransian Indonesia 2023-2027. Peta jalan ini memiliki empat pilar utama, yakni penguatan ketahanan dan daya saing, pengembangan elemen dalam ekosistem sektor perasuransian, akselerasi transformasi digital, serta penguatan pengaturan, pengawasan, dan perizinan di sektor perasuransian.
Kemudian, implementasi dari peta jalan ini diturunkan dalam tiga fase, yaitu fase penguatan pondasi, fase konsolidasi dan menciptakan momentum, serta fase penyelarasan dan pertumbuhan. Tujuannya, untuk mewujudkan industri asuransi yang sehat , efisien, berintegritas, memperkuat perlindungan konsumen dan masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kami mengharapkan implementasinya (peta jalan) berjalan dengan baik,” ucap Ogi.
Baca Juga
OJK Sebut Penurunan Daya Beli Masyarakat Belum Berdampak ke Asuransi

