Hati-Hati! Tindak Kejahatan Pencucian Uang Sasar Produk Asuransi
JAKARTA, investortrust.id - Tindak kejahatan pencucian uang kini semakin marak dan menyasar berbagai industri, mulai dari teknologi hingga keuangan, termasuk di sektor asuransi.
Hal tersebut seperti diungkapkan CEO and Founder Themis Dickon Johnstone, dalam webinar yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Institute dengan tema ‘How to Prevent Money Laundering and Terrorism Financing’, Kamis (5/9/2024).
“Setiap sektor sebetulnya terpapar risiko pencucian uang hingga tahap tertentu, termasuk industri asuransi. Ada produk-produk asuransi yang bahkan risiko pencucian uangnya lebih tinggi dibanding produk lain,” ujarnya.
Baca Juga
AXA Financial Ungkap Digitalisasi Bantu Perusahaan Asuransi Atasi Peningkatan Klaim
Ia mencontohkan, salah satu kasus pencucian uang yang terjadi yaitu di Amerika Serikat (AS) pada 2008. Di mana pelaku kejahatan yang berbentuk suatu kelompok menggunakan asuransi sebagai metode pencucian uangnya.
“Otoritas di AS melakukan investigasi terhadap kasus senilai US$ 60 juta, di mana hasil narkoba dicuci dengan atau melalui pembelian polis-polis asuransi jiwa,” kata Dickon.
Setelah itu, lanjut dia, mereka mencairkan dananya. Total, ada sekitar 200 polis yang dicairkan lebih dulu sebelum waktunya. “Ini adalah salah satu contoh teknik pencucian uang untuk mengubah dana hasil kejahatan menjadi dana yang sah,” ucapnya.
Menurutnya, ada banyak teknik yang dilakukan para penjahat dalam melakukan pencucian uang di asuransi, misalnya saja pemalsuan identitas tertanggung. Di sisi lain, pada prinsipnya juga perusahaan asuransi memungkinkan nasabah untuk bisa menarik dananya lebih awal dengan persyaratan dan ketentuan.
Baca Juga
KPK, Kejagung dan DOJ AS Bahas Penelusuran Pencucian Uang Kripto
“Dan juga ada celah-celah dalam industri tersebut yang kemudian dieksploitasi oleh pelaku kejahatan dan ini semua sebetulnya kembali pada fakta bahwa kelompok kejahatan terorganisasi,” ujar dia.
Dikatakan Dickon, bukan lagi seorang individu yang menipu individu lainnya, tapi sudah dalam skala organisasi yang dijalankan dengan sangat efektif dan memang tugasnya mencari-cari kelemahan di setiap sektor industri.

