Tren Biaya Kesehatan Meningkat, Ini Tips Bagi Pemilik Polis Asuransi Kesehatan
JAKARTA, Investortrust.id - Biaya kesehatan di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Bahkan, Survei Medical Trend Summary Mercer Marsh Benefits (MMB) bertema Health Trends 2023 mencatat, medical trend rate atau biaya kesehatan di Indonesia terus naik. Misalnya pada tahun 2021 sebesar kenaikan sebesar 7,7%, kemudian pada 2022 naik menjadi 12,3% dan diproyeksikan meningkat menjadi 13,6% di 2023. Prediksi ini juga lebih tinggi ketimbang biaya kesehatan di Asia yang secara rata-rata meningkat 11,5%.
Pengamat Asuransi, Dedi Kristianto menyebut ada sejumlah hal yang perlu dilakukan masyarakat dalam menyikapi kenaikan biaya kesehatan tersebut. “Menurut hemat saya, ada beberapa hal yang harus dilakukan masyarakat,” ujarnya, kepada Investortrust.id, belum lama ini.
Hal pertama, masyarakat harus berusaha menjaga kesehatan tubuhnya. Hal ini bisa dilakukan dengan melakukan olahraga rutin, menjaga gaya hidup, serta pola makan. Lalu, masyarakat juga perlu untuk memiliki atau menyediakan dana untuk keperluan emergency atau darurat.
Baca Juga
Dibayangi Inflasi Medis, Bisnis Asuransi Kesehatan Diprediksi Tetap Cerah
“Ketiga, perlu adanya perlindungan kesehatan, apakah itu asuransi yang bersifat private atau swasta ataukah mengikuti penjaminan BPJS sehingga jika terjadi gangguan kesehatan maka perlindungannya sudah tersedia,” kata Dedi.
Dengan memiliki perlindungan kesehatan tersebut, lanjutnya, masyarakat juga harus memastikan bahwa perlindungannya masih aktif dan tetap berjalan, dengan terus membayar premi atau iuran secara berkelanjutan.
“Dengan hal-hal di atas, maka masyarkat bisa melakukan mitigasi masing-masing dalam menghadapi inflasi kesehatan yang terjadi,” tukas Dedi. (CR-13)

