Tekan Kredit Macet, Fintech 360Kredi Terapkan Strategi Ini
JAKARTA, investortrust.id – Tren peningkatan kredit macet di industri financial technology (fintech) peer to peer (p2p) lending atau pinjaman online (pinjol) perlu disasati dengan sejumlah strategi. Demikian penjelasan CEO 360Kredi Kuseryansyah di Jakarta, Selasa (16/4/2024).
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan rasio kredit macet secara agregat atau TWP90 secara industri pada Februari 2024 tercatat 2,95% atau naik dari periode yang sama 2023 yakni 2,69%.
Baca Juga
OJK Imbau Masyarakat Hanya Gunakan ‘Fintech Lending’ yang Sudah Kantongi Izin, Ini Daftarnya!
Kuseryansyah mengatakan, 360Kredi sebagai pelaku fintech p2p lending menerapkan sejumlah upaya untuk menekan angka kredit macet. Selain itu, peningkatan rasio kredit bermasalah juga tidak menjadi hambatan bagi industri ini untuk terus tumbuh dan melayani borrower.
“Justru menjadi dorongan kami untuk terus berinovasi. Misalnya, memperkuat proses penilaian kredit, pengetatan credit scoring dan tetap melakukan pendekatan yang humanis terhadap proses penagihan, serta pemanfaatan teknologi,” ujar CEO 360Kredi, Kuseryansyah, dalam keterangan resmi, beberapa waktu lalu.
Selain itu, dia mnegatakan, guna mengantisipasi naiknya rasio kredit bermasalah, perseroan terus mengoptimalkan sistem e-KYC (electronic know your customer) yang dimiliki. Karena, seiring dengan berjalannya waktu tentunya inovasi dan investasi tetap dibutuhkan untuk membuat efisiensi dan efektivitas dalam e-KYC.
”Hal yang paling penting tentu memastikan keberlanjutan penyaluran pendanaan kepada borrower tetap terjaga dan terlayani dengan baik,” kata Kuseryansyah.
Baca Juga
Fintech UKU Salurkan Kredit Rp 8,7 Triliun, Rincian Borrower Didominasi Usia Ini
Sejumlah upaya yang telah diterapkan tersebut, terang dia, angka kredit macet di perusahaannya bisa dijaga dan dimitigasi dengan baik. Namun, menyadari kondisi ekonomi yang masih belum stabil, perseroan akan terus mengamati dan mengevaluasi faktor-faktor eksternal yang akan berdampak pada kredit macet di Kredi360.
Kuseryansyah optimis pendanaan yang disalurkan oleh pihaknya akan terus mengalami pertumbuhan di tahun ini. Hingga kuartal pertama 2024, total pendanaan 360Kredi sebesar Rp 2,4 triliun dengan tingkat keberhasilan bayar dalam 90 hari (TKB90) berada di 98,49%. Artinya, TWP90 Kredi360 berada di level 1,51%.
“Prospek tahun ini, 360Kredi optimistis untuk tumbuh lebih tinggi dari pencapaian tahun lalu,” ucapnya.

