Perluas Pangsa Digital, Bank Jateng Bidik Gen Z dan Milenial
JAKARTA, investortrust.id – Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) menargetkan untuk mempeluas porsi nasabah kalangan gen z dan milenial. Target itu akan dicapai dengan mengakselerasi layanan digital perbankan.
Target Bank Jateng ini disampaikan Kepala Divisi Operasional Bank Jateng, Yulius Ardita Nugroho, dalam acara Investortrust Digital Banking Awards, yang digelar di di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta, Kamis (14/12/2023).
Menurut Yulius, captive market Bank Jateng terus diperluas ke generasi milenial dan gen Z. Target itu ditopang digitalisasi Bank Jateng yang sudah berjalan selama 4 tahun. Bank Jateng juga terus bertransformasi untuk mengoptimalkan digital service.
Baca Juga
Bayu Prawira: Bank Digital Ibarat Electric Vehicle, Akan Dominasi Pasar di Masa Datang
“Selanjutnya, kita membuka ruang-ruang pada nasabah baru, utamanya adalah teman-teman milenial dan gen Z yang akan memberikan kesempatan untuk meluaskan layanan kami kepada semua segmen (di luar captive market yang sudah ada),” ungkap Yulius.
Saat ini user digital banking Bank Jateng mencapai 1,3 juta nasabah, dengan nasabah teregistrasi dan aktif sekitar 550 ribu nasabah. “Untuk user-nya saat ini sekitar 1,3 juta unit customer dan sekitar 550 ribuan mobile banking aktif dan sudah teregistrasi di (sistem) kami,” ujar Yulius kepada investortrust.
Yulius mengatakan, transformasi digital Bank Jateng diawali dengan membuat struktur yang lebih organize untuk menjadi unit digital banking. Hingga saat ini, transformasi digital Bank Jateng terus berjalan dan diharapkan dapat memudahkan, mempercepat, dan meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah.
Baca Juga
37 Bank Raih Digital Banking Awards 2023, BRI Sabet Best of The Best
“Waktu untuk digitalisasi dimulai dengan membuat sebuah struktur. Itu kurang lebih 4 tahun lalu, itu dibuat lebih terstruktur untuk menjadi sebuah unit digital banking,” ujarnya.
Fitur andalan Bank Jateng adalah mobile banking dengan banyak tambahan (filler) untuk layanan terkait lembaga pemerintah, seperti pajak, retribusi, dan lain-lain. Dengan mobile banking, nasabah Bank Jateng dapat memberikan layanan dan transaksi dengan lebih mudah dan efisien.
Soal ancaman serangan cyber, Yulius mengklaim, Bank Jateng sudah membuat “garansi wajar”. Bank Jateng juga memiliki fungsi IT Security, memperkuat infrastruktur jaringan, dan mengikuti ketetapan dari regulator. Selain itu, Bank Jateng juga sudah memiliki security officer yang diterapkan secara manage service. (CR-3)
Baca Juga
Indonesia Masuki Fase Kepemimpinan Ekonomi Digital di 2045, Ini Syaratnya

