BI Catat Nilai Transaksi e-Commerce Turun Jadi Rp 453,75 Triliun 2023
JAKARTA, investortrust.id – Transaksi e-commerce tercatat mencapai Rp 453,75 triliun di Indonesia sepanjang 2023.
Menurut Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, catatan nilai transaksi e-commerce pada 2023 tersebut lebih rendah daripada 2022 yang mencapai sebesar Rp 476,3 triliun.
BI memberi catatan nilai transaksi 2022 dan 2023 tersebut masih belum memenuhi proyeksi BI. Pada 2022, BI memproyeksikan transaksi e-commerce mencapai Rp 489 triliun. Sementara itu untuk 2023, BI memproyeksikan transaksi e-commerce mencapai Rp 533 triliun.
Baca Juga
OJK Terbitkan POJK Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Modal Ventura
Meski begitu dari sisi volume terjadi tren peningkatan, di mana pada tahun 2022, transaksi elektronik mencatat volume sebanyak 3.486 juta. Adapun volume transaksi tahun 2023 tercatat sebesar 3,71 miliar.
“Jadi trennya meningkat terus karena perubahan behaviour masyarakat,” kata Filianingsih, saat konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG), di Gedung BI, Jakarta, Rabu (17/1/2024).
Pertumbuhan ini sejalan dengan meningkatkan transaksi digital pada 2023. BI mencatat nilai transaksi digital banking mencapai Rp 58.478,24 triliun atau tumbuh 13,48% secara tahunan.
Baca Juga
Bank Indonesia Ajak Investor Jepang Tanamkan Uangnya di Indonesia
Lebih lanjut, BI memproyeksikan pada 2024 transaksi digital akan meningkat hingga 9,11% secara tahunan mencapai Rp 63.803,77 triliun.
Sementara itu, nilai transaksi uang elektronik mencapai Rp 835,84 triliun atau meningkat 43,45% secara tahunan.
Transaksi QRIS dan ATM
Berdasarkan catatan BI, transaksi ekonomi dan keuangan digital dengan QRIS tercatat tumbuh 130,01% secara tahunan. Nominal transaksi ini mencapai Rp 229,96 triliun dengan jumlah pengguna sebanyak 45,78 juta.
Jumlah merchant yang menggunakan QRIS mencapai 30,41 juta yang sebagian besar merupakan UMKM.
Sementara itu nilai transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM, kartu debit, dan kartu kredit mencapai Rp 8.178,69 triliun atau mengalami penurunan 0,81% secara tahunan.
Dari sisi pengelolaan uang rupiah, jumlah uang kartal yang diedarkan pada Desember 2023 meningkat 7,33% secara tahunan atau Rp 1.101,75 triliun.

