Top! Program Pemberdayaan BRI untuk Peternakan Ayam di Surabaya Ini Berkembang Pesat
SURABAYA, investortrust.id - Stigma negatif bahwa peternakan ayam kerap beraroma kurang sedap dan bising bisa dipatahkan oleh kelompok usaha peternakan ayam di Kelurahan Karah, Kecamatan Jambangan, Surabaya, Jawa Timur. Bernama Jago Karah Farm (JKF), kelompok peternak ayam ini lahir dari ide Lurah setempat bersama dengan empat warga lokal, termasuk Akip yang menjabat sebagai ketua.
Menurut Akip, kelompok usaha ini dibentuk untuk membuka lapangan pekerjaan sekaligus sebagai bentuk amal ibadah. Sejak awal, baik Akip maupun rekan-rekannya sudah berencana untuk tidak menimbulkan rasa kurang nyaman kepada masyarakat di sekitar.
Oleh karena itu, mereka mengusung konsep peternakan yang minim bau. Caranya dengan memberikan pangan fermentasi pada ayam yang dipelihara.
“Berbeda dari peternakan ayam kebanyakan, JKF yang dibentuk tahun 2022 ini mengusung konsep kandang ayam tanpa aroma bau tak sedap. Sebab, di Surabaya, terutama di lingkungan kami, hanya terdapat jalan dan gang sempit padat penduduk saja,” jelas Akip.
Baca Juga
“Kelompok usaha ini awalnya hanya memiliki 10 anggota. Kemudian, kami berinisiatif untuk membagikan anak ayam yang sudah menetas kepada para warga secara cuma-cuma. Nah, ketika ayam-ayam tersebut bertelur kembali, mereka wajib mengembalikannya kepada JKF untuk proses pengembangan berikutnya. Sekarang sudah mencapai 45 peternak yang tergabung ke dalam JKF,” ucap Akip.
Akip dan anggota kelompoknya memilih ayam kampung KUB karena ragam keunggulan yang dimiliki. Mulai dari ukurannya yang lebih cepat besar, hingga jumlah telur yang lebih banyak dibandingkan dengan ayam kampung pada umumnya.
Di sisi lain, JKF juga telah sukses menghasilkan berbagai produk yang kini dipasarkan sendiri. Mulai dari pakan ayam yang lebih murah, telur, DOC, dan ayam potong untuk dikonsumsi.
“Kami memiliki sejumlah produk yang bisa dijual. Salah satunya adalah ayam bumbu frozen, yang bisa langsung dimasak. Sementara untuk pemasaran sendiri masih di sekitaran Kelurahan Karah dan sekitarnya. Sebab, sumber daya kami juga masih terbatas untuk melakukan pengiriman ke kota-kota lain, apalagi yang berada di luar Pulau Jawa,” ungkap Akip.
Bantuan Klasterku Hidupku dari BRI
Setelah sempat berkutat dengan harga pakan yang mahal, JKF akhirnya mendapat bantuan dari BRI. Prasarana bantuan berupa 1 mesin pembuat pelet, mesin pemotong, 1 mesin pencacah rumput, 4 mesin otomatis telur, mesin pembuat tepung, mesin pengering, dan alat-alat perbaikan kendang.
Baca Juga
Kisah Inspiratif Desa Ibru, Pemenang Desa BRILian Paling Inovatif dan Digitalisasi Terbaik
“Setelah mendapatkan bantuan dari BRI, para peternak bisa tersenyum. Sebab, dari bantuan BRI ini, kami bisa memenuhi kebutuhan pelet buat para peternak, namun dengan harga yang lebih murah dan sesuai kemampuan mereka. Kami sangat berterima kasih kepada BRI yang telah memfasilitasi secara peralatan,” tutur Akip.
Ia pun berharap, BRI bisa terus memberikan bantuan dan dukungan agar usaha ini bisa lebih berkembang. Dengan begitu JKF bisa mewujudkan berbagai program kelompok demi kepentingan masyarakat di sekitar.
Direktur Bisnis Mikro BRI, Supari menyampaikan, program Klasterku Hidupku merupakan bentuk komitmen BRI untuk terus mendampingi dan membantu para pelaku usaha di berbagai daerah di Indonesia. Selain memberikan modal, program ini pun memberikan pelatihan serta pemberdayaan lain bermanfaat buat para pengusaha lokal.
“Kami juga mendorong produktivitas kelompok usaha dengan memberikan bantuan peralatan usaha atau sarana prasarana pendukung. Semoga, bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya,” tegasnya.
Baca Juga
Kompetisi Desa BRILiaN 2024 Kembali Digelar, Ayo Cek Syarat dan Ketentuannya

