Blu by BCA Bakal Rilis Produk Tabungan Baru, Simak Keistimewaannya
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Digital BCA (blu by BCA Digital) berencana akan meluncurkan produk tabungan untuk generasi Z yang berusia 12 hingga 17 tahun dan belum memiliki KTP.
Head of Digital Business BCA Digital, Edwin Tirta membeberkan, terobosan terbaru tersebut bakal diluncurkan pada semester I tahun ini.
"blu yang sebelumnya hanya bisa untuk yang sudah punya KTP atau usia 17 tahun ke atas, di semester I ini nanti kita akan rilis blu itu bisa juga didownload dan juga digunakan bagi gen Z yang usianya 12 sampai dengan 17 tahun, dan belum punya KTP," ujar Edwin dalam acara Ngabluburit Seru Bareng blu by BCA Digital di Jakarta, Rabu (20/3/2024).
Lebih lanjut, Edwin mengungkapkan, produk tabungan untuk segemen usia remaja itu merupakan bagian dari komitmen pihaknya untuk terus berinovasi guna memberikan solusi, baik secara produk maupun layanan kepada nasabah.
Baca Juga
Gandeng Gofit, blu by BCA Digital Hadirkan Zona blu di Gelora Bung Karno
Adapun kata Edwin, saat ini nasabah blu memang didominasi oleh kelompok usia 20 tahun hingga 40 tahun dari total sekitar 1,8 juta nasabah. Oleh karena itu, agar tetap relevan, pihaknya pada 6 Maret 2024 yang lalu telah menghadirkan "Zona blu" terbaru di Gelora Bung Karno (GBK), sebuah community hub inovatif untuk solusi gaya hidup sehat yang mudah diakses dan terjangkau yang berada di jantung Kota Jakarta.
Selain bakal meluncurkan produk tabungan untuk segmen usia 12 hingga 17 tahun, Edwin juga menyebut, dua rencana inovasi lainnya yang akan dihadirkan perusahaan pada semester I-2024.
Menurut Edwin, blu akan meluncurkan terobosan yang memungkinkan nasabah untuk tidak perlu repot lagi memasukkan PIN apabila hendak bertransaksi menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dengan nominal kecil. Terobosan ini kata Edwin, telah disesuaikan dengan risiko masing-masing nasabah.
Selain itu, blu juga berencana meluncurkan pembaruan pada fitur "tracker" yang memungkinkan nasabah untuk bisa memantau kategori atau pos spending mana yang paling besar di kurun waktu tertentu.
"Nah, di semester I tahun ini pun kita juga akan rilis, kita bisa membantu para nasabah kita untuk tumbuh bersama supaya mereka bisa melihat mana spending yang perlu direm, atau spending yang sudah sesuai dengan budgeting plan mereka. Hal-hal mudah seperti itu terus kita dorong dan kita upayakan," jelasnya.

