Bahas Industri Kripto, Hashim Ingatkan Bahaya Pencucian Uang dan Judol
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Ketua Satgas Inovasi Pembiayaan dan Pengelolaan Taman Nasional Hashim Djojohadikusumo mengaku sempat memandang skeptis perkembangan industri kripto sebelum akhirnya memahami sejumlah manfaat yang ditawarkan teknologi tersebut, khususnya dalam mempercepat transaksi keuangan dan mendorong aktivitas ekonomi.
Hashim mengatakan keraguannya terhadap aset kripto muncul karena dirinya berasal dari generasi yang tumbuh sebelum era digital. Bahkan, menurut dia, sejumlah tokoh keuangan dunia seperti investor legendaris Warren Buffett, CEO JPMorgan Jamie Dimon, hingga mantan petinggi Goldman Sachs Lloyd Blankfein juga pernah menunjukkan keraguan terhadap industri kripto.
“Saya waktu itu mulai tidak terlalu nyaman karena mungkin saya old school, pre-digital age. Saya tidak begitu mengerti kripto. Saya seperti Warren Buffett, Jamie Dimon, dan Lloyd Blankfein yang juga pernah ragu-ragu terhadap kripto,” ujar Hashim dalam acara CFX Crypto Conference 2026 di Jakarta, Senin (9/6/2026).
Kendati demikian, setelah mempelajari lebih jauh, Hashim melihat terdapat sejumlah manfaat yang bisa dihadirkan teknologi kripto, terutama dalam sistem pembayaran lintas negara. Salah satunya adalah percepatan proses pengiriman uang pekerja migran Indonesia di luar negeri kepada keluarga mereka di Tanah Air.
Menurut dia, proses remitansi konvensional saat ini masih membutuhkan waktu beberapa hari dengan biaya transaksi yang relatif tinggi. Sementara melalui teknologi berbasis kripto, transaksi serupa berpotensi diselesaikan hanya dalam hitungan menit.
Baca Juga
Kemenkomdigi Blokir 3,45 Juta Situs Judol Sejak Oktober 2024
“Yang saya tangkap adalah kecepatan transaksi. Dari pekerja Indonesia di luar negeri mengirim uang ke keluarganya di Indonesia bisa jauh lebih cepat dibandingkan sistem yang ada saat ini,” katanya.
Selain itu, Hashim menilai percepatan transaksi keuangan dapat meningkatkan perputaran uang dalam perekonomian atau velocity of economy. Dampaknya, aktivitas ekonomi riil seperti sektor pertanian, perikanan, kelautan hingga industri dapat memperoleh manfaat dari pergerakan dana yang lebih cepat.
Meski begitu, dia mengingatkan industri kripto juga menyimpan sejumlah risiko yang harus diawasi secara ketat. Hashim menyoroti potensi penyalahgunaan aset kripto untuk praktik pencucian uang (money laundering), penghindaran pajak (tax evasion), hingga aktivitas perjudian online (judol).
“Saya ingin mewanti-wanti semua pihak. Kita harus waspada terhadap money laundering. Informasi yang saya terima, salah satu instrumen yang sering digunakan dalam praktik tersebut adalah kripto, termasuk oleh pelaku judi online,” ujarnya.
Hashim mengungkapkan berbagai informasi terkait potensi penyalahgunaan aset digital tersebut diperoleh dari sejumlah pihak, mulai dari aparat penegak hukum, intelijen, hingga lembaga pemerintah lainnya.
Karena itu, dia meminta pelaku industri kripto, termasuk bursa aset digital dan regulator, memperkuat pengawasan terhadap penggunaan dompet digital (crypto wallet) yang berpotensi digunakan untuk aktivitas ilegal.
Hashim menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan perhatian khusus terhadap berbagai celah yang dapat menyebabkan kebocoran penerimaan negara. Oleh sebab itu, transparansi dan kepatuhan menjadi syarat utama dalam pengembangan industri kripto nasional.
“Kita harus memastikan industri ini berjalan secara transparan, bersih, dan legal. Semua pihak memiliki tanggung jawab untuk membantu penegakan hukum dan mencegah penyalahgunaan teknologi kripto,” tegasnya.
Hashim berharap pelaku industri kripto dapat bekerja sama dengan regulator dan aparat penegak hukum untuk menciptakan ekosistem aset digital yang sehat, sekaligus memaksimalkan manfaat teknologi tersebut bagi perekonomian nasional.

