Garuda Indonesia (GIAA) Pangkas Rugi Bersih 45,19% di Kuartal I 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) mencatatkan penurunan rugi bersih yang signifikan pada kuartal I 2026. Maskapai pelat merah ini membukukan rugi periode berjalan sebesar US$ 41,62 juta. Angka ini menyusut 45,19% jika dibandingkan rugi US$ 75,93 juta pada periode yang sama tahun 2025.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim per 31 Maret 2026, emiten berkode saham GIAA ini meraih pendapatan usaha sebesar US$ 762,35 juta. Capaian tersebut tumbuh 5,36% dari US$ 723,56 juta pada kuartal I 2025.
Kontributor utama pendapatan perseroan berasal dari penerbangan berjadwal yang menyumbang US$ 648,10 juta. Selain itu, penerbangan tidak berjadwal memberikan kontribusi sebesar US$ 24,98 juta. Sumber pendapatan lainnya tercatat sebesar US$ 89,27 juta.
Baca Juga
Skor OTP 97,9 Persen, Garuda Indonesia Jadi Maskapai Paling Tepat Waktu Secara Global
Manajemen GIAA juga berhasil menekan beban usaha menjadi US$ 713,22 juta dari sebelumnya US$ 718,36 juta. Penurunan ini didorong oleh efisiensi pada beberapa pos biaya. Beban operasional penerbangan tercatat sebesar US$ 350,24 juta. Sementara itu, beban pemeliharaan dan perbaikan mencapai US$ 159,14 juta.
Faktor lain yang menopang perbaikan kinerja keuangan ini adalah penurunan beban keuangan. Pos ini berkurang menjadi US$ 104 juta dari sebelumnya US$ 124,57 juta pada periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga
Dari sisi neraca, total aset Garuda Indonesia mencapai US$ 7,50 miliar per 31 Maret 2026. Jumlah ini meningkat tipis 1,01% dibandingkan posisi 31 Desember 2025 yang sebesar US$ 7,43 miliar.
Total liabilitas perseroan tercatat sebesar US$ 7,43 miliar. Adapun total ekuitas GIAA berada di angka US$ 68,25 juta USD, turun dari posisi akhir tahun 2025 yang sebesar US$ 91,91 juta.

