Bali Kebanjiran, Pos Hangat Dompet Dhuafa Jadi Titik Kumpul Penyintas
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa Bali bergerak cepat merespons banjir yang merendam 123 titik di Bali, termasuk 81 titik di Kota Denpasar, sejak Rabu (10/9/2025). Genangan air setinggi 1,5 meter merusak infrastruktur, menutup akses jalan, hingga menyebabkan korban jiwa.
Dompet Dhuafa bersama Aliansi Muslim Bali mendirikan pos hangat di Jalan Pura Demak, Denpasar, hingga Kamis (11/9/2025) malam. Pos ini menyediakan makanan siap saji dan minuman hangat untuk penyintas banjir, aparat, serta relawan. Sebanyak 1.500 paket makanan berhasil didistribusikan ke beberapa titik, termasuk 50 paket di Jalan Ahmad Yani (Kampung Jawa).
Baca Juga
Ikut Armada Global Lawan Blokade, Dompet Dhuafa Kirim Relawan untuk Gaza
Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Bali Muhammad Fadli mengatakan, banjir kali ini merupakan yang terbesar sepanjang tahun. “Hari ini Kota Denpasar diterjang banjir, ada 40 titik dan saat ini kita ada di Pura Demak dan menyiapkan Pos Hangat. Ketinggian air di sini sampai lutut dan di beberapa titik bisa sampai dada,” ujar dia dalam keterangannya, Jumat (12/9/2025).
Selain dapur umum dan pos hangat, relawan turut melakukan aksi bersih-bersih pertokoan yang hanyut di Jalan Imam Bonjol, Denpasar Barat. Menurut Fadli, kebutuhan darurat yang mendesak, antara lain tenda, terpal, penerangan, selimut, perlengkapan bayi, obat-obatan, serta makanan siap saji.
Di lokasi berbeda, layanan pos hangat berhasil menjangkau 200 jiwa di Dauh Puri Kauh, Denpasar Barat. Tim juga membantu membersihkan dua bangunan yang runtuh. Hingga Kamis malam, pencarian korban hilang masih berlangsung dan sudah ditemukan satu korban jiwa.
Baca Juga
Dompet Dhuafa Raih Gelar Nazir Wakaf Terbaik 2025, Ini Rahasia Suksesnya
Relawan siaga
Kepala DMC Dompet Dhuafa Shofa Al Quds menegaskan pihaknya akan terus mendampingi warga terdampak. “Kami memastikan layanan dapur umum dan pos hangat tetap berjalan sampai kondisi pulih. Hujan deras sejak Selasa menjadi pemicu banjir besar yang melanda Bali,” katanya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap banjir susulan mengingat curah hujan diperkirakan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan. Pemerintah daerah bersama relawan terus melakukan pembersihan material dan perbaikan akses jalan untuk memulihkan aktivitas warga.

