Dilirik Dunia Jadi Tujuan Investasi, Kadin Sebut Besarnya Potensi Energi Baru Terbarukan Indonesia
JAKARTA, investortrust.id - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyatakan bahwa terdapat tiga negara yang perekonomiannya tengah disorot oleh negara-negara lain di dunia saat ini, yaitu Amerika Serikat (AS), India, dan Indonesia.
Hal itu diungkapkan Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie berdasarkan pada pengalamannya mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja ke Davos, Swiss, beberapa waktu lalu untuk menghadiri World Economic Forum (WEF) 2025.
Menurut Anindya, pada perhelatan itu, ia melihat begitu besarnya perhatian dunia pada pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah berbagai kondisi ketidakpastian global.
"Jadi di tengah-tengah banyaknya ya tentu isu di dunia mengenai ekonomi, tadi saya juga bicara bahwa di Davos saat World Economic Forum lalu, itu mereka mencari growth story atau destinasi daripada pertumbuhan (ekonomi negara-negara di dunia). Dan mereka melihatnya selain dari Amerika dengan America First, yang merupakan strateginya Presiden Donald Trump, di termin keduanya ya mereka melihat Indonesia dan India," ujar Anindya saat ditemui usai menghadiri acara Indonesia Economic Summit (IES) 2025 yang diadakan oleh Indonesian Business Council (IBC) di Hotel Shangrila Jakarta, Rabu (19/2/2025).
Anindya menjelaskan, negara-negara itu melihat berbagai potensi besar yang saat ini tengah dikembangkan di Indonesia, seperti renewable energy atau energi baru terbarukan (EBT). Terlebih, Perusahaan Listrik Negara (PLN) dikabarkan akan membangun tambahan daya listrik sebesar 7 Gigawatt (GW) tiap tahun, sehingga diperkirakan kapasitas totalnya akan mencapai sekitar 100 GW dalam waktu 15 tahun ke depan.
"Di mana setahu saya 75%-nya sudah ditetapkan untuk menjadi renewable energy. Nah, ini potensinya luar biasa. Untuk gambaran saja, Indonesia itu hari ini 75 Gigawatt hari ini. Jadi kalau ditambah 100 Gigawatt itu lebih dari dua kali lipat dalam waktu 15 tahun. Dan ini tidak mungkin dilakukan tanpa adanya kepercayaan bahwa memang kebutuhannya ada, dan perekonomian berkembang," jelas Anindya.
Baca Juga
Kadin Chairman Anindya Pushes Indonesia-UK Cooperation in Infrastructure, Energy, and Healthcare
Sebagai tambahan informasi, Anindya merupakan pembicara pada forum internasional Indonesia Economic Summit (IES) 2025 yang diadakan oleh Indonesian Business Council (IBC) di Hotel Shangrila Jakarta, Rabu (19/2/2025). Di mana, Anindya hadir pada sesi yang bertajuk "Looking Ahead: Investing to Indonesia’s Growth Potential" atau "Menyongsong Masa Depan: Berinvestasi pada Potensi Pertumbuhan Indonesia", bersama dengan Pendiri Arsari Group dan Utusan Khusus Presiden untuk COP29 Hashim Djojohadikusumo.
Diketahui, IES 2025 mengundang pemimpin bisnis, pengambil kebijakan, dan pemikir nasional dan internasional sebagai pembicara pada topik-topik pertumbuhan ekonomi, investasi, energi berkelanjutan, industrialisasi, strategi moneter, dan lain-lain.

