Kemenperin Tekankan Urgensi Dekarbonisasi Sektor Transportasi Menuju Industri Hijau
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah menilai dekarbonisasi sektor transportasi menjadi kunci transformasi menuju ekosistem industri hijau. Sektor transportasi mampu menyumbang 6,8% dari PDB nasional, namun di saat yang bersamaan, menyumbang 159 MtCO₂eq terhadap total emisi karbon nasional.
Kepala Pusat Industri Hijau Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Apit Pria Nugraha mengatakan ekosistem Industri Hijau dikembangkan Kementerian Perindustrian untuk membantu pencapaian Net Zero Emission (NZE) atau nol emisi karbon.
Ia menyebutkan, dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang ditargetkan mencapai 5,2% pada tahun 2025, transisi menuju transportasi rendah karbon menjadi semakin penting untuk mengurangi dampak lingkungan tanpa menghambat pertumbuhan ekonomi.
“Salah satunya adalah pengembangan konsep Green Industry Service Company (GISCO) yang dapat menjadi solusi bagi industri dalam menerapkan teknologi rendah karbon sera jembatan antara perusahaan industri dengan green financing provider,” ucapnya di diskusi GreenTalks: Green Industry Ecosystem dari Toyota: Beyond Zero Festival di Gambir Expo, Jakarta, Kamis (13/2/2025).
Sementara itu, Urban Mobility Manager WRI Indonesia I Made Vikannanda menjelaskan, transformasi menuju industri otomotif yang lebih hijau membutuhkan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan. WRI Indonesia mendorong percepatan transisi menuju kendaraan listrik dengan mendukung penguatan pada sisi permintaan dan penawaran.
Ia mengungkapkan, salah satu langkah konkret yang dapat dilakukan adalah berpartisipasi dalam penyusunan peta jalan dekarbonisasi transportasi nasional bersama Kementerian Perhubungan. Di tingkat subnasional, pihaknya juga bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Surabaya, Makassar, dan Bali untuk merancang peta jalan dekarbonisasi transportasi yang sesuai dengan kebutuhan daerah.
“Melalui upaya ini, kami berharap dapat mempercepat terbentuknya ekosistem kendaraan listrik nasional yang didukung oleh pemerintah, kota, dan industri,” tambahnya.

