Raih Pendanaan US$ 12 Juta, TransTRACK Bidik Pasar Asia hingga Australia
JAKARTA, investortrust.id – TransTRACK, startup yang berfokus pada digitalisasi operasional armada kendaraan melalui solusi fleet operation optimizer dan supply chain integrator, mengumumkan telah mengumpulkan pendanaan Seri A senilai US$ 12 juta per 20 Agustus 2024.
Pendanaan tersebut dipimpin oleh venture capital dari Prancis yakni Eurazeo dan Cocoon Capital dari Singapura, dengan dukungan dari IFP Securities (Swiss), Bintang Delapan (Indonesia), dan AppWorks (Taiwan).
Founder & CEO TransTRACK, Anggia Meisesari menyatakan, fokus utama pendanaan tersebut adalah untuk mewujudkan green technology product yang mana saat ini sedang menjajaki kerja sama dengan Perbadanan Islam Johor (PIJ) Halal Venture Management untuk membangun “Halal Logistic System.”
Baca Juga
Pendapatan TransTrack Melesat 344%, Jumlah Armada Pelanggan Melejit 214%
“Salah satu langkah besar yang akan kami ambil adalah meluncurkan pilot project Halal Logistic System di Malaysia bekerja sama dengan Perbadanan Islam Johor, sebuah inisiatif yang kami harapkan dapat menjadi contoh bagi pengembangan sistem serupa di negara-negara lain termasuk Indonesia,” kata Anggia di acara TransTRACK Technology Summit di Sopo Del Tower, Jakarta, Kamis (5/9/2024).
Anggia juga mengungkapkan, dengan nilai pendanaan sebesar US$ 12 juta atau Rp 184,7 miliar (Kurs Rp 15.395/US$) target pasar yang dibidik oleh TransTRACK mulai dari Asia hingga Australia.
“Terkait ekspansi di negara lain, saat ini kami sedang eksplor untuk bisa melakukan research and development (RnD). Kemudian juga operasional bisnis di Australia tepatnya di Melbourne. Selain itu kami juga melihat pasar Asia Tenggara seperti Vietnam dan Thailand, dan juga Taiwan,” ungkapnya.
Baca Juga
Layani Lebih Dari 900 Pelanggan, TransTRACK Gunakan AI untuk Dorong Pelayanan
Adapun target operasional TransTRACK ke depannya akan menjajaki kota-kota baru di Indonesia, Malaysia, dan Singapura.
“Target kami adalah untuk bisa lebih penetrasi pasar lebih dalam di Indonesia. Saat ini kami baru beroperasi di 130 kota Indonesia, target kami sampai dengan akhir tahun ini adalah bisa maksimal di 150 kota (Indonesia). Kemudian di Malaysia itu 30 kota dan kemudian di Singapura,” pungkas Anggia.

