IESR: Adopsi Energi Surya Meningkat
JAKARTA, investortrust.id - Institute for Essential Services Reform (IESR) menyebut adopsi energi surya di seluruh dunia semakin meningkat dari tahun ke tahun. Berdasarkan data yang dimuat IRENA, kapasitas energi surya di dunia mendapatkan penambahan sebesar 346 GW pada tahun 2024.
Analis Sistem Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan IESR, Alvin Putra menyebutkan, angka tersebut merupakan 87% dari penambahan energi terbarukan di dunia. Adapun kontributor terbesar adalah dari China, kemudian diikuti oleh Amerika Serikat (AS), Jerman, Brasil, India, Spanyol, dan Italia.
“Kontributor terbesar di dunia tentu saja di China, itu hampir 60-70% itu berasal dari sana. Namun, kita bisa melihat juga bahwa negara-negara berkembang lainnya seperti India, Brasil yang memang sebenarnya sudah cukup agresif untuk menempatkan energi surya,” kata Alvin dalam Media Briefing Indonesia Solar Summit 2024, Selasa (13/8/2024).
Baca Juga
Mitratel (MTEL) Gandeng AALTO Kembangkan HAPS Tenaga Surya untuk Daerah 3T
Alvin memandang perancangan energi Brasil dan India tersebut juga semakin mengukuhkan status mereka sebagai salah satu big solar power country di dunia. Menurutnya, Indonesia juga bisa berjalan ke arah sana.
Meningkatnya adopsi energi surya ini diterangkan oleh Alvin dilatarbelakangi oleh Conference of Parties (COP) 28 di Dubai pada tahun 2023. Dalam kesempatan tersebut, para pemimpin dunia bersepakat untuk menjaga temperatur dunia di bawah 1,5 derajat celcius diperlukan Tripling Renewable Energy Capacity dan Bring Down Energy Efficiency by 2030.
“Jadi apa artinya? Artinya adalah kita harus menambahkan kapasitas energi terbarukan kita tiga kali lipat dari tahun 2023 sampai tahun 2030. Artinya setiap tahun kurang lebih secara global perlu menambahkan kira-kira 1.000 GW atau 1 TW dari pembangkit energi terbarukan,” ujar dia.
Baca Juga
ESDM Pasang 250 Unit Lampu Tenaga Surya di Kabupaten Cilacap
Lebih lanjut Alvin pun menjelaskan, jika melihat dari perkembangan energi-energi lainnya, energi surya memiliki potensi yang paling cepat dan paling besar untuk diimplementasikan di seluruh dunia, baik di negara-negara berkembang atau negara maju.

