Anomali, Sektor Kehutanan Justru Penyumbang Emisi Karbon Tertinggi
JAKARTA, Investortrust.id - Sektor kehutanan yang idealnya menjadi sektor yang bisa menekan tingkat emisi karbon karena kemampuannya menyerap karbon di udara, ternyata menjadi satu sektor penyumbang emisi karbon terbesar di Indonesia.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Laksmi Dhewanthi di forum FGD "ESG di Persimpangan Jalan" yang digelar Investortrust.id, Jumat (24/11/2023).
Baca Juga
Menperin Sebut Remanufaktur Jadi Kunci Netralitas Emisi Karbon
“Sektor kehutanan masih menjadi penyumbang emisi terbesar karena adanya kebakaran hutan dan lahan,” kata Laksmi.
Disampaikan Laksmi, paradoks ini terjadi di Indonesia karena kerap terjadinya kebakaran hutan dan lahan. “Kalau tidak kebakaran hutan dan lahan, tentu emisi karbon di sektor ini akan bisa turun secara signifikan,” imbuhnya.
Sekadar informasi saja, kebakaran lahan seringkali terjadi saat dilakukan pembukaan lahan untuk kebutuhan perkebunan atau pertanian.
Sementara itu di tengah upaya untuk menekan emisi, Indonesia sebagai salah satu negara yang ikut meratifikasi Paris Agreement, punya komitmen mengurangi emisi gas rumah kaca, yang disebut Laksmi akan menghasilkan bonus berupa net zero emission. “Tujuannya penurunan gas rumah kaca secara global. Dan negara-negara peratifikasi akan meutuskan berapa banyak kontribusinya, dan dimasukkan dalam Nationally Determined Contribution (NDC),” ujarnya.
Baca Juga
Pertamina dan ExxonMobil Garap Proyek Dekarbonisasi di Laut Jawa Senilai US$ 2 Miliar
Indonesia, lanjut Laksmi, mendukung pengurangan gas rumah kaca hingga 31,89% dan hingga 43,20% dengan dukungan internasional hingga 2030 dari Business As Usual (BAU), serta meningkatkan ketahanan iklim nasional.
“Pemerintah juga berkomitmen akan bergerak menuju masa depan Indonesia yang rendah emisi GRK dan tangguh terhadap perubahan iklim Menuju Net Zero Emission pada tahun 2060 atau lebih cepat,” tutur Laksmi. (CR-9)

