Keren! 80 Perusahaan Raih ESG Disclosure Transparency Awards 2023
JAKARTA, investortrust.id – Sebanyak 80 perusahaan yang menjalankan keterbukaan dan transparansi prinsip-prinsip pelestarian lingkungan, sosial, dan tata kelola (environmental, social, and governance/ESG) meraih ESG Disclosure Transparency Awards 2023 yang diselenggarakanBumi Global Karbon (BGK) Foundation dan Investortrust di Jakarta, Rabu (29/11/2023) malam.
Ke-80 perusahaan tersebut masing-masing menyabet predikat leadership AAA (5 perusahaan), leadership AA (9 perusahaan), leadership A (8 perusahaan), management BBB (12 perusahaan),management BB (5 perusahaan), management B (4 perusahaan), commitment CCC (10 perusahaan), commitment CC (24 perusahaan), dan predikat commitment C (3 perusahaan).
Perusahaan yang meraih predikat leadership AAA terdiri atas PT ABM Investama Tbk, disusul PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Aneka Tambang Tbk, PT Pupuk Kalimantan Timur, dan PT Bukit Asam Tbk.
Adapun sembilan perusahaan yang menggondolpredikat leadership AA yaitu PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT Timah Tbk, PT Vale Indonesia Tbk, PT Indika Energy Tbk, PT Bumi Resources Tbk, PT Pertamina (Persero), serta PT Indonesia Asahan Aluminium.
Sementara itu, PT Cikarang Listrindo Tbk, PT Perusahaan Gas Negara Tbk, PT PLN Nusantara Power, PT Austindo Nusantara Jaya Tbk, PT Angkasa Pura I (Persero), PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, PT Dharma Satya Nusantara Tbk, dan PT Bank BTPN Tbk meraihpredikat leadership A.
Ke-12 perusahaan yang meraih predikat management BBB meliputi PT Astra International Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Indo Tambangraya Megah Tbk, Asia Pulp & Paper (APP Sinarmas), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Cita Mineral Investindo Tbk, PT Bumi Resources Minerals Tbk, PT Medco Energi Internasional Tbk, PT Petrosea Tbk, PT Indofood Sukses Makmur Tbk, PT Darma Henwa Tbk, serta PT Merdeka Copper Gold Tbk.
Sedangkan lima perusahaan yang mengantongi predikat management BB yaitu PT Merdeka Copper Gold Tbk, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk, PT Bank CIMB Niaga Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Sarana Menara Nusantara Tbk, dan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk.
Selanjutnya perusahaan yang diganjar predikat management B adalah PT Bank Central Asia Tbk, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Bank Syariah Indonesia Tbk, dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk.
Kemudian 10 perusahaan yang menyandang predikat commitment CCC terdiri atas PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT AKR Corporindo Tbk, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, PT Sumber Tani Agung Resources Tbk, PT Delta Dunia Makmur Tbk, PT Unilever Indonesia Tbk, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, PT Bank Artha Graha Internasional Tbk, serta Perum Peruri.
Adapun 24 perusahaan yang menyabet predikat commitment CC yaitu PT Wijaya Karya Beton Tbk, PT Triputra Agro Persada Tbk, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, PT XL Axiata Tbk, PT JAPFA Comfeed Indonesia Tbk, PT Merck Tbk, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk, PT Multi Prima Sejahtera Tbk, PT Bumi Serpong Damai Tbk, PT Bank OCBC NISP Tbk, PT Surya Citra Media Tbk, dan PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk.
Itu belum termasuk PT Enseval Putera Megatrading Tbk, PT Bank Permata Tbk, PT Astra Graphia Tbk, PT Hero Supermarket Tbk, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, PT Kalbe Farma Tbk, PT Star Pacific Tbk, PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk, PT Pegadaian (Persero), PT Indonesian Paradise Property Tbk, PT Indo Kordsa Tbk, serta PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk.
Selain itu, PT Waskita Karya Tbk, PT Adaro Energy Indonesia Tbk, dan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) mengantongi predikat commitment C.
Perlu Insentif Pemerintah
Menurut Founder BGK Foundation, Achmad Deni Daruri, pemeringkatan tersebutmengacu padapengungkapan faktor ESG dalam laporan keberlanjutan (sustainability report/SR).
“Penilaiannya sangat kredibel karena BGK Foundation merupakan anggota Global Reporting Initiative (GRI) dan Task Force on Climate-related Financial Disclosure (TCFD),” tegas Deni.
Deni menekankan pentingnya pemerintah memberikan insentif kepada perusahaan yang menjalankan ESG. “Denganmelaksanakan ESG, perusahaan sesungguhnya sudah ikut membantu pemerintah mencapai target Sustainable Development Goals (SDG's). Jadi, wajar jika mereka diberi insentif. Insentif bisa diberikan dalam bentuk keringanan pajak atau kemudahan perizinan usaha,” ujar dia.
Jika pemerintah memberikan insentif, kata Deni Daruri, akan semakin banyak perusahaan di Indonesia yang tergerak menjalankan ESG. “Dengan begitu pula, pemerintah akan lebih mudah mencapai target Net Zero Emission (NZE) pada 2060,” tandas dia.
Deni mengungkapkan, dalam melakukanpenilaian, BGK menggunakan metodologi berbasis33 faktor, meliputifaktor ESG pasar modal terkemuka, studi peraturan, perjanjian internasional, serta standar dan pedoman pelaporan yang telah melalui proses audit dan jaminan (assurance) pihak ketiga yang independen.
“Evaluasi terhadap pengungkapan ESG perlu dilakukan untuk mengukur sejauh mana transparansi ESG yang telah dicapai perusahaan dan langkah apa yang dapat dipraktikkan untuk meningkatkan pencapaian pengungkapan ESG,” papar dia.
Ketua Tim Juri ESG Disclosure Transparency Awards 2023, Prof Roy Sembel menjelaskan, perusahaan yang menjalankan ESG di Tanah Air terus meningkat. “Ini perkembangan positif. ESG harus menjadi concern bersama dan menjadi gerakan seluruh stakeholders bangsa ini,” ucap dia.
Roy Sembel mengakui, berbagai kajian menunjukkan, ESG mampu meningkatkan kredibilitas, kinerja bisnis, dan harga saham perusahaan. Tetapi banyak pula kajian yang menyatakan ESG tidak memiliki korelasi positif langsung dengan kinerja bisnis dan harga saham perusahaan.
“Terlepas dari itu, jika menjadi gerakan masif, ESG dapat menyelamatkan bumi dan generasi mendatang,”tuturGuru Besar IPMI International Business School tersebut.
Pemimpin Redaksi investortrust.id, Primus Dorimulu menambahkan, kelebihan pengungkapan ESG yang menjadi dasar penilaian ESG Disclosure Transparency Awards 2023 di antaranya perusahaan menjadi lebih lincah (agile) dan unggul dalam menyesuaikan kondisi kerja, serta dapat menjawab berbagai kebutuhan dari lembaga rating ESG.
“Selain itu, perusahaan akan semakin fokus pada keberlanjutan, dapat bertahan dalam situasi politik, sosial, dan lingkungan yang cepat berubah, serta menjadi legasi baru di tengah permasalahan ekonomi,” ujar Primus Dorimulu.

