Operasikan PLTS Terbesar, Amman Mineral Punya 4 Pilar Penerapan ESG
JAKARTA, investortrust.id - Kinerja apik PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN) tidak hanya tergambar kondisi keuangan maupun pergerakan sahamnya. Mengimbangi sisi keuntungan operasioanlnya, perseroan juga berupaya optimal menerapkan prinsip environment, social, and governance (ESG).
Melalui keterangan tertulis, emiten tambang tembaga dan emas dengan kode saham AMMN ini, baru saja melansir laporan keberlanjutan, Jumat (25/8/2023). Ada empat program ESG yang jadi prioritas yaitu memajukan sumber daya manusia (SDM), menjunjung tinggi etika, melestarikan lingkungan, dan mengelola sumber daya.
Baca Juga
Saham Amman Mineral (AMMN) Melesat 144,83%, Tiga Pengendali Ini Raup Cuan Triliunan
“Laporan pertama yang kami rilis ini menjadi bukti komitmen kami dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dan transparansi dalam bisnis operasional kami. Produk tembaga yang AMMAN hasilkan merupakan komoditas kunci yang sangat dibutuhkan dunia untuk transisi menuju energi hijau,” tulis VP Corporate Communications dan Investor Relations AMMN, Kartika Octaviana.
Menurut manajemen, kebijakan investasi AMMN direalisasikan dengan memitigasi dampak lingkungan. Selama tahun 2022, persroan menginvestasikan lebih dari US$ 35 juta untuk pengelolaan lingkungan hidup. Nilai investasi ini meningkat 53% dibandingkan tahun 2021.
Pada Juni 2022, AMMN mulai mengoperasikan pembangkit listrik tenaga surya terbesar di Indonesia. Diklaim terbesar karena pembangkit ini punya kapasitas puncak 26,8 megawatt dan sangat memadai menunjang operasional pertambangan.
Baca Juga
Pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah, mengapresiasi Langkah strategis Amman Mineral. Menurutnya, operasional perusahaan modern dewasa ini harus selaras dengan prinsip ESG.
Bahkan Lembaga pemerintah, swasta, maupun masyarakat luas, menurut Trubus, harus cepat beradaptasi dengan tuntutan penerapan ESG.
“Kesadaran penerapan ESG oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia bukanlah sekadar upaya untuk memenuhi tuntutan pasar, tetapi juga mencerminkan kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan antara tujuan ekonomi, lingkungan, dan kesejahteraan sosial,” tutur Trubus.
Proyeksi positif dan adopsi yang semakin meluas terhadap prinsip ESG mampu memberikan gambaran yang kuat mengenai komitmen perusahaan terhadap pertumbuhan berkelanjutan. Upaya itu juga menjadi indikator peningkatan tanggung jawab perusahaan pada isu keberlanjutan.
Baca Juga
Prinsip ESG dapat diterapkan perusahaan dari berbagai sektor. Perusahaan tambang bahkan harus berupaya lebih keras karena kerap jadi sorotan pada seluruh aktivitas operasional. “Namun, gerakan pertambangan hijau juga mulai marak dilakukan dan digaungkan,” demikian Trubus.
Pada era transisi energi, isu ESGmenjadi acuan untuk menilai upaya perusahaan untuk menyelerasakan operasional bisnis dengan aspek keberlanjutan.
Hasil pantauan PricewaterhouseCoopers (PwC), seperti tergambar dalam 2022 Global Investor Survey, ESG telah menjadi indicator penting bagi investor dalam menganalisis keberlanjutan perusahaan. Terutama jika dihadapkan dengan isu-isu Sustainable Development Goals (SDGs) dan perubahan iklim. (fs/Antara)

