Pertamina NRE Dorong Generasi Muda Pahami 'Carbon Trading' dan 'Green Jobs'
Poin Penting
|
BANDUNG, Investortrust.id - Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE), perusahaan energi baru terbarukan subholding Pertamina, memperkenalkan konsep carbon trading atau perdagangan karbon kepada mahasiswa dalam ajang Pertamina Goes to Campus (PGTC) 2026 di Institut Teknologi Bandung (ITB). Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya perhatian global terhadap isu perubahan iklim dan percepatan transisi energi menuju ekonomi rendah karbon.
Kegiatan PGTC 2026 mengusung tema “Energizing Acceleration for Future Impact” dan mempertemukan dunia industri dengan mahasiswa untuk membahas tantangan sekaligus peluang sektor energi masa depan. Dalam kegiatan tersebut, Pertamina NRE menghadirkan booth interaktif yang memberikan edukasi mengenai carbon trading, pengurangan emisi melalui kredit karbon, hingga pengembangan proyek energi rendah karbon yang mendukung target net zero emission (NZE) 2060 Indonesia.
Baca Juga
Resmi! Pertamina NRE Pegang Kepemilikan 20% Saham CREC di Bursa Efek Filipina
“Pengenalan carbon trading menjadi penting agar generasi muda memahami bagaimana mekanisme perdagangan karbon dapat berkontribusi dalam pengurangan emisi serta mendukung target dekarbonisasi di Indonesia,” ujar Corporate Secretary PT Pertamina New & Renewable Energy, Sri Nur Hidayati dikutip Minggu (24/5/2026).
Carbon trading merupakan sistem yang mendorong pengurangan emisi karbon melalui mekanisme perdagangan kredit emisi. Perusahaan atau pihak yang berhasil menekan emisi lebih besar dapat menjual kredit karbon kepada pihak lain yang tingkat emisinya masih tinggi. Skema ini mampu mendorong semakin banyak pihak untuk menurunkan emisi karena pengurangan karbon memiliki nilai ekonomi.
Selain itu, masyarakat umum dapat berpartisipasi melalui program carbon offset atau kompensasi emisi karbon. Mekanisme ini dilakukan dengan mendukung proyek-proyek penurunan emisi, seperti penanaman pohon maupun pengembangan energi bersih untuk membantu mengimbangi emisi dari aktivitas sehari-hari.
Sri mengatakan tren green jobs atau pekerjaan hijau terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir seiring meningkatnya fokus global terhadap energi bersih dan keberlanjutan. Kondisi tersebut membuka peluang baru bagi generasi muda untuk mengembangkan kompetensi di sektor energi masa depan.
Baca Juga
Ia menilai transisi energi tidak hanya menghadirkan tantangan bagi industri, tetapi menciptakan kebutuhan tenaga kerja baru dengan kemampuan yang relevan terhadap teknologi rendah karbon dan keberlanjutan.
Sebelumnya, Pertamina NRE juga aktif melakukan kampanye pengurangan emisi karbon melalui program carbon offset bersama aplikasi Livin’ by Mandiri. Melalui kolaborasi tersebut, masyarakat diperkenalkan pada mekanisme kompensasi emisi karbon melalui pembelian kredit karbon yang mendukung proyek penurunan emisi terverifikasi.

