Bumi Resources (BUMI) Raih Penghargaan Emisi 2026
JAKARTA, investortrust.id – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) meraih penghargaan kategori Trusted Green Achievement in Emission Reduction dan Trusted Diamond Achievement in Emission Transparency dalam ajang The Best Corporate Emission Reduction Transparency Award 2026 yang diselenggarakan Investortrust di Hotel Aryaduta, Jakarta, Kamis (30/4/2026).
BUMI merupakan perusahaan induk pertambangan energi di Indonesia yang berdiri sejak 1973 dan dikenal sebagai salah satu produsen batu bara termal terbesar di dunia. Perusahaan ini mengoperasikan tambang utama Kaltim Prima Coal (KPC) dan Arutmin melalui anak usahanya, serta mulai memperluas portofolio ke sektor emas dan tembaga melalui aksi akuisisi.
Baca Juga
Pacu Transparansi Emisi, Investortrust Beri Apresiasi Korporasi dengan Integritas Data Tinggi
Dari sisi kinerja keuangan per 31 Maret 2026, BUMI mencatatkan peningkatan laba tahun berjalan sebesar 36,65% menjadi US$41,09 juta pada kuartal I-2026, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$30,07 juta.
Pertumbuhan laba tersebut sejalan dengan kenaikan pendapatan sebesar 19,75% menjadi US$417,66 juta, dibandingkan US$348,78 juta pada kuartal I-2025.
Sebanyak 103 korporasi meraih penghargaan “The Best Corporate Emission Reduction Transparency Award 2026” pada kategori masing-masing, dengan enam perusahaan mendapatkan predikat “Best of The Best”.
Ketua Dewan Juri, Roy Sembel, menyampaikan apresiasi kepada perusahaan yang menunjukkan komitmen dalam implementasi dan pelaporan penurunan emisi.
“Apresiasi setinggi-tingginya patut kita berikan untuk 103 perusahaan tersebut yang sudah membuktikan komitmen dalam implementasi dan pelaporan penurunan emisi. Teristimewa 6 perusahaan yang menurut Dewan Juri tergolong lebih optimal dalam hal penurunan emisi,” ujarnya.
Baca Juga
OJK Ungkap Baru 40% Perusahaan Laporkan Emisi Secara Kuantitatif
Anggota dewan juri terdiri dari Sidharta Utama dan Hanafi Sofyan Guciano. Menurut Sidharta, penghargaan ini diberikan untuk mengapresiasi perusahaan yang menunjukkan komitmen tinggi terhadap transparansi pengelolaan emisi karbon dan kontribusi nyata dalam upaya dekarbonisasi nasional maupun global.
Sebanyak 383 perusahaan dievaluasi dalam proses seleksi awal, terdiri dari 358 perusahaan publik dan 25 perusahaan privat. Dari jumlah tersebut, 343 perusahaan menyatakan kesediaan untuk berpartisipasi, termasuk 78 perusahaan yang mengintegrasikan laporan keberlanjutan ke dalam laporan tahunan.
Untuk masuk nominasi, perusahaan harus memenuhi sejumlah kriteria, antara lain menerbitkan Laporan Keberlanjutan 2024 sebelum 31 Desember 2025, mencantumkan perhitungan emisi secara eksplisit, serta tidak terlibat dalam konflik hukum lingkungan yang serius. Penilaian dilakukan berdasarkan data yang dipublikasikan masing-masing perusahaan tanpa validasi ulang.

