Kemenekraf Gandeng APDESI, Perkuat Hilirisasi Ekonomi Kreatif Desa
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menyatakan kesiapan berkolaborasi dengan Apdesi Merah Putih untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di perdesaan.
Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya menegaskan desa menjadi titik awal penguatan ekonomi kreatif nasional. Pemerintah ingin manfaat hilirisasi produk kreatif benar-benar dirasakan dari tingkat desa.
“Ekonomi kreatif yang kami sebut sebagai the new engine of growth dimulai dari daerah. Kami mengharapkan ekraf ini juga bisa terhilirisasi karena manfaatnya harus dimulai dari desa,” ujar Teuku Riefky dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Menurutnya, banyak produk lokal memiliki potensi nilai tambah dan daya saing tinggi jika didukung penguatan kualitas dan akses pasar. Karena itu, Kemenekraf terus membangun koordinasi dengan Kementerian Desa, Kementerian Koperasi, serta pemerintah daerah.
Hilirisasi disebut menjadi kunci agar produk kreatif desa mampu menembus pasar nasional hingga global. Penguatan desain, kemasan, pemasaran, hingga standardisasi produk menjadi fokus strategi ke depan.
Kemenekraf juga membuka peluang kolaborasi dalam sertifikasi kekayaan intelektual dan akses pembiayaan melalui KUR Ekraf. Langkah ini diharapkan mempercepat transformasi usaha kreatif desa agar lebih formal dan bankable.
Baca Juga
Mendes PDT Sebut Apdesi Aktor Utama Program Prioritas Prabowo
“Kami siap kolaborasi dengan Apdesi dalam program Quick Win melalui pelatihan afiliator pada Koperasi Desa Merah Putih. Dengan estimasi 80.000 koperasi, maka akan tercipta 80.000 lapangan kerja baru,” tegasnya.
Di sisi lain, Ketua Umum DPP Apdesi Merah Putih Asep Anwar Sadat menyambut positif sinergi tersebut. Ia menyebut jaringan APDESI mencakup 75.265 desa di 37 provinsi dan 416 kabupaten.
“Potensi dasar jejaring kami adalah pemerintah desa. Posisi ini sangat strategis ketika program ekraf dapat diadopsi bersama pemerintah desa,” ujarnya.
Asep menambahkan, sekitar 70% penduduk Indonesia berada di wilayah perdesaan. “Kami siap membantu karena ekonomi kreatif banyak tumbuh di desa. Sangat strategis jika ekraf kita kawal bersama menuju peningkatan kesejahteraan masyarakat desa,” katanya.
Kemenekraf berharap kolaborasi ini mampu mempercepat penguatan ekonomi kreatif desa sebagai pilar pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan. Desa dinilai dapat menjadi basis baru penciptaan lapangan kerja sekaligus penggerak ekonomi nasional.

