AI Indosat (ISAT) Bidik Efisiensi Logistik, Bisa Hemat Berapa Persen?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Indosat Ooredoo Hutchison (ISAT) mendorong adopsi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di sektor supply chain untuk menekan biaya logistik nasional. Langkah ini dinilai strategis karena sektor rantai pasok berkontribusi lebih dari 10% terhadap produk domestik bruto (PDB).
Implementasi end-to-end ISAT dapat menekan biaya operasional hingga 30%.
Director & Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison M. Danny Buldansyah mengatakan AI berpotensi mempercepat Indonesia menuju negara berpendapatan tinggi pada 2045. “Supply chain dampaknya ke PDB itu lebih dari 10%, jadi besar banget,” ujarnya di Jakarta, dikutip Rabu (11/2/2026).
Baca Juga
Pariwisata Indonesia: Mesin Ekonomi Besar yang Masih Dibaca Terlalu Sempit
Indosat akan menggelar AI Day for Supply Chain pada Rabu (11/2/2026) di Jakarta. Forum ini menyasar pelaku bandara, pelabuhan, logistik, pergudangan, hingga last-mile delivery.
Perusahaan menyebut memiliki empat domain utama yang ditawarkan kepada pelaku usaha, yakni connectivity, AI digital twin, cybersecurity, dan sustainability. Dari sisi konektivitas, tantangan utama logistik nasional adalah minimnya visibilitas armada dan muatan.
Melalui AI digital twin, pelaku usaha dapat melakukan simulasi skenario operasional dan SLA. Teknologi ini membantu menghitung potensi pendapatan berdasarkan rute, kapasitas, dan utilisasi armada.
Indosat juga menyoroti risiko keamanan siber pada infrastruktur kritikal seperti pelabuhan dan bandara. Serangan siber pada satu titik dapat mengganggu logistik nasional secara luas.
Baca Juga
Indosat (ISAT) Tutup 2025 dengan Kinerja Solid, Laba Bersih Naik 12,2%
Dari aspek keberlanjutan, solusi AI membantu perusahaan memantau emisi dan efisiensi energi. Hal ini penting karena banyak mitra global mensyaratkan standar operasional yang lebih hijau.
Danny mengungkapkan Indosat memiliki 27 use cases untuk ekosistem supply chain. Solusi ini mencakup pemantauan perilaku pengemudi, optimasi rute berbasis data telko, hingga mobility insight dari 100 juta pelanggan Indosat untuk ekspansi gudang dan armada.
Ia menegaskan implementasi end-to-end dapat menekan biaya operasional secara signifikan. “Minimal bisa menghemat 10-15%. Bahkan jika full secara end-to-end (menggunakan layanan dari Indosat), bisa mencapai 25-30%,” jelasnya.

