Mandatori Biodiesel B40 Bikin Negara Hemat Devisa hingga Rp 147 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menyebutkan, program biodiesel berbasis kelapa sawit yang diinisiasi pemerintah bukan hanya dapat menghemat devisa negara. Berdasarkan data hingga 2024, implementasi biodiesel B40 mampu menghemat devisa hingga Rp 147,5 triliun.
Baca Juga
"Program B40 ini akan terjadi penghematan devisa. Nah, 2024 kita menghemat devisa Rp 147,5 triliun," ucap Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan Umum BPDP Zaid Burhan Ibrahim dalam acara media briefing, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Zaid Burhan Ibrahim menjelaskan, program biodiesel bukan sekadar program energi, tetapi kebijakan ekonomi yang berdampak langsung pada kesejahteraan petani sawit. Melalui skema ini, bahan bakar berbasis sawit dapat menyerap produksi sawit nasional.
“Nah, di sinilah program biodiesel ini memberikan salah satu langkah untuk melakukan stabilisasi harga. Artinya apa? Ketika produksi tinggi, program biodiesel ada, hasil panen dari sawit-sawit, baik sawit rakyat maupun sawit industri itu ditampung oleh untuk menjalankan program ini, program biodiesel ini," ungkapnya.
Ia mengingatkan pengalaman pada 2015, saat harga sawit anjlok akibat kelebihan pasokan dan minimnya serapan. Kondisi tersebut bahkan membuat sebagian petani membuang hasil panen karena tidak tertampung. Sejak program biodiesel berjalan, risiko anjloknya harga dinilai dapat ditekan.
Baca Juga
B40 Tetap Berlaku, Pemerintah Siapkan B50 pada Semester II 2026
Lebih lanjut, menurutnya, penerapan B40, Indonesia tidak lagi sepenuhnya bergantung pada impor bahan bakar fosil. Sekitar 40% kebutuhan bahan bakar solar kini berasal dari sawit domestik, sehingga menekan kebutuhan devisa dan memperkuat ketahanan energi nasional.
"Harga sawit lagi bagus-bagusnya. Mudah-mudahan petani juga akan lebih mamur. Dan ini salah satu dari target kita, meningkatkan kesejahteraan petani," imbuh Zaid.

