RI–Malaysia Perkuat Kolaborasi di Semikonduktor dan Energi Hijau
Poin Penting
|
JAKARTA, investotrust.id – Pemerintah Indonesia dan Sarawak, Malaysia, mendorong penguatan kolaborasi di sektor semikonduktor dan energi hijau guna mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional dan pengembangan industri bernilai tambah tinggi di kawasan Asia Tenggara (ASEAN).
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, Presiden RI Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 8% dalam jangka menengah sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
“Dalam jangka menengah, Bapak Presiden meminta kita tumbuh di level 8%. Ini menjadi fondasi Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” kata Airlangga dalam ajang Indonesia Economic Summit 2026 di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Airlangga menyebut pendorong utama pertumbuhan tersebut berasal dari sektor jasa dan manufaktur bernilai tambah tinggi. Ia menilai Indonesia perlu belajar dari Sarawak, khususnya dalam pengembangan energi terbarukan, hidrogen, dan semikonduktor.
“Penggerak utamanya ada di sektor jasa dan manufaktur bernilai tambah tinggi. Kita perlu belajar dari Sarawak terkait energi terbarukan, hidrogen, serta semikonduktor,” ujarnya.
Menurut Airlangga, transfer pengetahuan dan pengalaman perlu diperkuat melalui kerja sama antarpemerintah dan pelaku usaha. Ia bahkan mendorong agar pimpinan Sarawak dapat berbagi pengalaman langsung dengan Indonesia. “Saya pikir Perdana Menteri Sarawak perlu datang ke Jakarta sebagai mentor untuk sektor ini,” tegasnya.
Selain sektor industri, Airlangga juga menyoroti potensi penguatan kerja sama pariwisata melalui peningkatan konektivitas penerbangan. Dia mendorong maskapai Sarawak membuka rute ke lebih banyak kota di Indonesia.
“Kami ingin maskapai Sarawak terbang ke wilayah dan kota di Indonesia yang terbuka untuk pariwisata, tidak hanya Jakarta dan Bali, tetapi juga Bangka Belitung, Medan, dan daerah lainnya,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas Indonesia Business Council (IBC) Arsjad Rasjid menilai Sarawak lebih maju dalam pengembangan semikonduktor, terutama dari sisi kesiapan energi.
“Intinya, Malaysia lebih maju dibanding kita dalam semikonduktor, khususnya di Sarawak. Kunci dari semuanya adalah masalah energi,” kata Arsjad.
Ia menambahkan, kerja sama energi antara Sarawak dan Kalimantan Barat menjadi contoh penting yang dapat dikembangkan lebih lanjut. “Hal ini penting ke depan, karena semikonduktor itu sangat penting dan kita perlu belajar dari mereka,” ucap Arsjad.
Terpisah, Perdana Menteri Sarawak Abang Johari Openg mengatakan, Pulau Borneo (Kalimantan) memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui kolaborasi tiga negara ASEAN, yakni Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam.
“Jika kita bisa bekerja sama dalam kolaborasi, kita dapat memberikan kontribusi dalam pembangunan ASEAN,” kata Abang Johari.
Ia menyebut Sarawak memiliki potensi dan surplus energi hijau yang dapat dimanfaatkan bersama, seiring meningkatnya kebutuhan energi bersih di tengah isu krisis iklim. “Kita bisa bekerja sama untuk memasok surplus energi yang dapat dibagikan ke negara-negara ASEAN,” imbuh Abang Johari.
Di sektor semikonduktor, Abang Johari mengungkapkan, Sarawak tengah menyiapkan teknologi semikonduktor/chip terkemuka melalui pengembangan Sarawak Microelectronics Design (SMD), pendidikan, serta riset chip berbasis kecerdasan buatan.
“Saat ini kami telah mengembangkan chip daya berbasis AI. Ke depan, teknologi ini bisa digunakan untuk sektor kesehatan, otomotif, hingga industri luar angkasa,” jelasnya.
Terkait peluang investasi ke Tanah Air, Abang Johari menyatakan sektor semikonduktor masih relatif baru bagi Sarawak. Namun, pengalaman Malaysia di Pulau Pinang yang bekerja sama dengan perusahaan Amerika Serikat seperti Intel menjadi pijakan untuk pengembangan investasi pengembangan dan riset hingga industri semikonduktor.
“Ke depan, ekonomi 2030 akan condong ke arah ekonomi digital karena semuanya akan bergantung pada digitalisasi, mulai dari ponsel hingga transportasi publik,” pungkas Abang Johari.

