Pertamina Drilling Tembus Pasar 'Offshore' Petronas
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) perusahaan jasa pengeboran migas milik negara, memperluas penetrasi bisnis di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) dengan menjalin kerja sama strategis bersama Petronas melalui penyediaan Hydrogen Sulfide (H2S) Equipment Rental & Services. Kolaborasi yang mulai berjalan pada Januari 2026 ini menjadi tonggak penting karena menandai masuknya Pertamina Drilling ke pasar offshore sekaligus proyek non-captive pertama perusahaan di lingkungan Petronas, langkah yang memperkuat daya saing jasa migas nasional di tingkat global.
Kerja sama tersebut tercapai setelah PT Pertamina Drilling Services Indonesia sebagai anak usaha Pertamina Hulu Energi (PHE) memenangkan tender umum penyediaan Hydrogen Sulfide (H2S) Equipment Rental & Services yang diselenggarakan Petronas. Proyek perdana dilaksanakan pada sumur Barokah-01 milik Petronas Carigali Indonesia yang berada di wilayah kerja offshore, melibatkan entitas PC Ketapang II Ltd, PC North Madura II Ltd, dan Petronas North Ketapang SDN. BHD.
Baca Juga
Pesan Prabowo ke Dirut Pertamina: Pecat Pegawai yang Tak Bagus
Direktur Pemasaran dan Pengembangan PT Pertamina Drilling Services Indonesia Jufrihadi mengatakan keberhasilan memenangkan tender tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan operator migas internasional terhadap kapabilitas perusahaan nasional, khususnya dalam aspek keselamatan, kesehatan kerja, keamanan, dan lingkungan hidup (health, safety, security, and environment/HSSE).
“Keberhasilan memenangkan tender H2S Equipment Rental & Services di Petronas merupakan pencapaian strategis bagi Pertamina Drilling. Ini menjadi bukti bahwa kapabilitas dan standar HSSE kami mampu bersaing di pasar global, khususnya untuk proyek offshore dengan tingkat risiko tinggi,” ujar Direktur Pemasaran dan Pengembangan PT Pertamina Drilling Services Indonesia Jufrihadi dalam keterangan tertulis, Kamis (15/1/2026).
Jufrihadi menjelaskan, layanan H2S memiliki peran krusial dalam menjamin keselamatan operasi hulu migas, terutama pada wilayah kerja dengan potensi kandungan gas beracun hydrogen sulfide yang dapat membahayakan pekerja dan lingkungan. Karena itu, perusahaan tidak hanya menekankan kesiapan teknis peralatan, tetapi juga memastikan kesiapan sumber daya manusia yang terlibat langsung di lapangan.
Selain menjalankan pekerjaan operasional H2S Services, Pertamina Drilling juga melaksanakan pelatihan Self Contained Breathing Apparatus (SCBA) bagi tim rescue, khususnya kru laut atau marine crew yang terlibat dalam aktivitas offshore. Pelatihan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi kondisi darurat, sekaligus memperkuat budaya keselamatan kerja pada proyek berisiko tinggi.
Baca Juga
Pertamina Geothermal (PGEO) Mulai Garap PLTP Lumut Balai Unit 3 Berdaya 55 MW
“Kami tidak hanya menyediakan peralatan dan layanan, tetapi juga memastikan bahwa seluruh personel memiliki kompetensi keselamatan yang mumpuni. Training SCBA untuk rescue team merupakan bagian dari komitmen kami terhadap prinsip zero accident,” kata Jufrihadi.
Kerja sama dengan Petronas dinilai menjadi langkah strategis Pertamina Drilling dalam memperluas portofolio bisnis jasa penunjang migas, sekaligus memperkuat posisi perusahaan di pasar offshore internasional yang selama ini didominasi oleh penyedia jasa global. Keberhasilan ini juga membuka peluang lanjutan untuk menjajaki kerja sama serupa dengan operator migas internasional lainnya.

