Pemerintah Kejar 886.000 Sertifikat PTSL yang Belum Terbit
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mengungkapkan masih ada 886.754 sertifikat program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) yang belum diterbitkan menjelang akhir 2025.
“Residu PTSL ini data yang disampaikan kepada kita, ada sekitar 886.754 (dokumen). Ini harus dituntaskan,” kata Nusron dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ATR/BPN di Grand Mercure Kemayoran, Jakarta, Senin (8/12/2025).
Ia menegaskan, penyelesaian tunggakan menjadi penting karena program PTSL menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sehingga penyelesaian produk harus selaras dengan tahun fiskal. “Kalau anggaran 2024 ya pekerjaannya harus selesai di 2024. Kalau anggaran 2025 ya pekerjaannya harus selesai di tahun 2025,” tegas Nusron.
Baca Juga
BP Tapera: Tingginya Harga Tanah Perkotaan Hambat Rusunami FLPP, Skema Sewa Digencarkan Kembali
Sejak 2017 hingga 2025, lanjut Nusron, dokumen PTSL telah diterbitkan sekitar 60 juta sertifikat. Dari jumlah tersebut, tunggakan 886.754 dokumen diperkirakan hanya sekitar 1,5% dari total produk.
“Seandainya ini survei atau quick count, ini masih presisi. Namun, persoalannya ini bukan survei atau quickcount, tapi tunggakan pekerjaan yang mau tidak mau harus kita selesaikan sampai ke akar-akarnya,” terang dia.
Nusron menambahkan, pihaknya masih menelusuri penyebab utama dokumen-dokumen tersebut masih belum diterbitkan pada tahun fiskal 2025 ini.
“Saya belum tahu ini kenapa penyebabnya paling banyak di mana? Apakah di dokumen historisnya, dokumen yuridisnya, atau di peta bidang tanah (PBT)-nya? Karena itu nanti mohon dicek satu per satu apa penyebabnya,” tutur dia.
Sebelumnya, Menteri Nusron menyampaikan, ATR/BPN telah menerbitkan dokumen PTSL sebanyak 1,2 juta sertifikat atau sekitar 77,9% dari target total 1,5 juta sertifikat di tahun 2025.
Baca Juga
Menteri Nusron Pasang Badan Lawan Mafia Tanah yang Ganggu Tata Ruang Sumatra
“Dari semula targetnya 1.580.920, sampai hari ini sudah realisasi 1.218.672, atau sekitar 77,9% dan targetnya insyaallah akan sampai pada 100%,” kata Nusron dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi II DPR di gedung parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (24/11/2025) lalu.
Adapun serapan anggaran Kementerian ATR/BPN hingga akhir kuartal III 2025 baru mencapai 75,01% atau sebesar Rp 4,79 triliun dari total pagu efektif Rp 6,93 triliun.

