Pemerintah Bangun 222 Dapur Makan Bergizi Gratis di Wilayah 3 T Senilai Rp 1,97 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) berencana membangun 222 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) senilai Rp 1,97 triliun di sejumlah wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Demikian disampaikan Menteri PU, Dody Hanggodo dalam rapat kerja (Raker) bersama Komisi V DPR di gedung parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/11/2025).
"Untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi dari BGN [Badan Gizi Nasional] sebesar Rp 1,97 triliun untuk membangun 222 SPPG," kata Dody, dikutip melalui kanal YouTube TV Parlemen, Selasa (18/11/2025).
Adapun, sumber anggaran tersebut berasal dari alokasi tambahan anggaran yang dikucurkan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk pagu tahun anggaran (TA) 2025 Kementerian PU.
Dalam laporannya, Kementerian PU mendapat tambahan alokasi anggaran TA 2025 sebesar Rp 23 triliun. Dengan demikian, total pagu Kementerian PU TA 2025 mencapai Rp 109,81 triliun dari sebelumnya Rp 86,6 triliun. "Pagu tersebut mengalami penambahan pagu efektif sampai dengan total Rp 23 triliun, sehingga, total menjadi Rp 109,81 triliun," papar Dody.
Kementerian PU sebelumnya mengungkapkan adanya puluhan titik SPPG alias dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak dapat dilanjutkan pembangunannya karena permasalahan sertifikat lahan. Temuan tersebut membuat jumlah titik pembangunan berkurang dari rencana awal 264 menjadi sekitar 220 hingga 230 unit.
Dirjen Prasarana Strategis Kementerian PU, Bisma Staniarto menyatakan, saat ini pihaknya tengah mempersiapkan proses lelang untuk pembangunan SPPG yang layak dilaksanakan.
Baca Juga
Wamen Farida Dorong Koperasi Merah Putih dan Koperasi Eksisting Manfaatkan Peluang Ekosistem MBG
"Untuk yang 264 (SPPG) itu sekarang sedang proses untuk lelangnya, yang memerlukan waktu dua bulan untuk pelaksanaannya. Namun, dari 264 (SPPG) itu ternyata ada beberapa yang setelah kita cek sertifikatnya tidak clear, jadi mungkin berkurang sekitar 220 sampai 230 titik yang akan kita laksanakan," ungkap Bisma di kantornya, Jakarta Selatan, Jumat (31/10/2025).
Selain mempersiapkan pengadaan SPPG di ratusan titik tersebut, lanjut Bisma, Kementerian PU juga telah menyelesaikan pembangunan tiga prototipe SPPG yang bekerja sama dengan PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), PT Hutama Karya (Persero), dan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP).

