Menteri Ara Ungkap Serah Terima 250 Rumah CSR Aguan Tunggu Jadwal dari Istana
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait menyampaikan, proses serah terima 250 unit rumah hasil program corporate social responsibility (CSR) perusahaan milik Sugianto Kusuma (Aguan) yakni Agung Sedayu Group masih menunggu jadwal dari Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Maruarar, pihaknya telah siap melaksanakan kegiatan tersebut dan tengah menyesuaikan waktu dengan pihak Istana.
“Kita lagi menunggu waktu dari Istana, kita sudah siap, karena kita mengundang Bapak Presiden (Prabowo Subianto) atau Pak Mensesneg (Prasetyo Hadi) atau Pak Seskab (Teddy Indra Wijaya) untuk hadir. Kapan pun kita siap,” kata Ara, sapaan akrab Maruarar, di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (11/11/2025) malam.
Sebanyak 250 unit rumah gratis hasil program tanggung jawab sosial (CSR) Agung Sedayu Grup di Cituis, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, siap diserahterimakan alias akad kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Baca Juga
Lippo Siapkan 100.000 Rumah MBR di Meikarta Mulai Tahun Depan
Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP, Sri Haryati mengungkap pembangunan seluruh rumah telah rampung. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara perusahaan konglomerat milik Sugianto Kusuma (Aguan), yakni Agung Sedayu Grup dan PT Bumi Samboro Sukses, perusahaan milik Menteri PKP Maruarar Sirait.
“Lahan disediakan oleh PT Bumi Samboro Sukses, sedangkan pembangunan rumah dilakukan oleh Agung Sedayu Grup. Semua 250 unit sudah selesai dibangun dengan kualitas yang sangat baik,” kata Sri di kantor BP Tapera, Jakarta, Selasa (4/11/2025).
Menurut Sri, tahap berikutnya adalah proses penetapan calon penerima bantuan yang akan ditetapkan melalui surat keputusan (SK) Bupati Tangerang. Kementerian PKP bekerja sama dengan pemerintah daerah dan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memastikan penerima bantuan sesuai kriteria MBR.
Baca Juga
Kementerian PU Terjunkan Tim Investigasi untuk Selidiki Ambruknya Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo
“Kita ingin penerimanya tepat sasaran, terdiri dari berbagai profesi, seperti nelayan, petani, pedagang, tenaga kesehatan, guru, hingga anggota TNI/Polri berpangkat rendah yang belum memiliki rumah,” jelas Sri.

