Menteri PU Minta Blokir Anggaran Rp 19,69 Triliun Dibuka untuk Kebut Proyek Prioritas
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo meminta Komisi V DPR dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) segera membuka blokir anggaran senilai Rp 19,69 triliun pada tahun anggaran 2025. Langkah ini diperlukan guna mempercepat pelaksanaan sejumlah proyek prioritas nasional.
Dody menjelaskan, anggaran yang masih diblokir tersebut akan digunakan untuk mendanai proyek-proyek strategis, seperti pembangunan Sekolah Rakyat tahap II dan pelaksanaan Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD).
“Kalau persetujuan kontrak tahun jamak bisa disetujui oleh Kemenkeu dan Komisi V dalam minggu-minggu ini, anggaran yang diblokir bisa langsung terbuka. Proyek yang sudah selesai tender bisa segera tanda tangan kontrak dan mengambil uang muka,” kata Dody di Jakarta, Jumat (31/10/2025).
Baca Juga
Dody Hanggodo menuturkan, serapan anggaran Kementerian PU saat ini masih sekitar 60%. Dengan dibukanya blokir anggaran tersebut, realisasi APBN TA 2025 diharapkan tembus 96% di akhir tahun. “Insyaallah bisa terkejar 95-96% atau bahkan lebih,” ucap Dody dengan nada optimistis.
Dody menegaskan, percepatan pencairan anggaran penting untuk menjaga kesinambungan proyek-proyek prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Ia juga memastikan akan terus melakukan pemantauan terhadap progres proyek di lapangan. “Begitu anggaran cair dan proyek jalan, kami pantau terus progresnya. Kalau ada masalah, langsung kami tangani,” tandas dia.
Dody menambahkan, koordinasi dengan kementerian lain akan dilakukan secara intensif untuk mengatasi hambatan yang muncul.
“Kalau ada masalah di Bappenas, saya langsung ke Bappenas. Kalau di Kementerian Keuangan, saya hubungi Pak Purbaya atau jajarannya. Kami kejar target itu,” imbuh dia.
Baca Juga
Kementerian PU: Puluhan Dapur Makan Bergizi Gratis Tertunda karena Masalah Lahan
Pembukaan blokir anggaran senilai Rp 19,69 triliun juga telah disampaikan Menteri PU dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR pada awal September 2025.
Setelah blokir dibuka, menurut Dody Hanggodo, dana tersebut akan dialokasikan untuk pembangunan Sekolah Rakyat tahap II di 100 lokasi, pembangunan irigasi seluas 146.503 ha, pembangunan jalan desa tahap I sepanjang 742,24 km dan jembatan sepanjang 428 meter, serta pelaksanaan IJD Tahap II sepanjang 496,75 km dan jembatan 17,4 meter.
Selain itu, anggaran akan digunakan untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Kementerian PU, pembayaran gaji ASN baru, serta pelaksanaan Inpres Percepatan Pembangunan Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional di Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) Wanam, Papua Selatan dengan nilai Rp 2,72 triliun.

