Astra Property Siapkan Sederet Strategi Bisnis Hadapi Tantangan 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Astra Property menyiapkan strategi diversifikasi bisnis untuk menghadapi prospek bisnis properti di kuartal IV 2025 hingga tahun depan. Anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) tersebut akan memperkuat portofolio di sektor industri, residensial, hingga perkantoran serta meningkatkan porsi pendapatan berulang (recurring income) pada 2026.
Presiden Direktur Astra Property, Wibowo Muljono menyatakan, langkah diversifikasi tersebut dilakukan untuk menjaga ketahanan bisnis di tengah dinamika pasar. Selain segmen perkantoran dan residensial, perseroan telah menambah sektor industri melalui akuisisi lahan di Cikarang dan Cibinong, Jawa Barat untuk pembangunan pergudangan (warehousing).
“Langkah-langkah yang kami lakukan adalah diversifikasi di dalam sektor properti. Kami sudah ada office, residential, dan sekarang industrial,” kata Wibowo saat konferensi pers di Menara Astra, Jakarta, Rabu (29/10/2025).
Ia menambahkan, prospek sektor properti ke depan mendapat dorongan positif dari kebijakan pemerintah, antara lain penurunan suku bunga dan pemberian insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk properti.
“Kami melihat penurunan suku bunga dan PPN DTP sebagai langkah yang sangat baik dari pemerintah untuk menstimulasi sektor konstruksi dan real estate,” jelas Wibowo.
Menurut Wibowo, Astra Property tetap memegang prinsip pada pendekatan berbasis skenario untuk mengantisipasi perubahan pasar dan menjaga fleksibilitas bisnis. “Kami selalu bermain dari skenario. Kalau memang pasar bergerak ke arah tertentu, kami sudah punya skenarionya,” tuturnya.
Perseroan juga akan menyeimbangkan antara pendapatan berulang (recurring income) dari bisnis sewa dan pendapatan non-berulang (non-recurring income) dari penjualan proyek residensial serta kerja sama business to business (B2B). “Recurring dan non-recurring income akan saling melengkapi untuk menjaga resiliensi bisnis kami,” imbuh Wibowo.
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa optimistis perekonomian dapat tumbuh di atas 5,5% pada kuartal IV 2025. Optimisme tersebut sejalan dengan langkah pemerintah mempercepat program strategis melalui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) dan tiga kelompok kerja (pokja) lintas kementerian.
Baca Juga
Kinerja Kuat, Laba Bersih Astra Otoparts (AUTO) Tembus Rp1,6 Triliun hingga Kuartal III-2025
“Satgas ini akan mempercepat semua program-program pemerintah dan memastikan programnya berjalan. Dan untuk saya yang penting adalah anggaran saya betul-betul diserap sesuai dengan programnya, tepat sasaran, tepat waktu,” kata Purbaya beberapa waktu lalu.
Ia menegaskan, pemerintah akan memastikan setiap anggaran digunakan secara optimal. Jika terdapat anggaran yang tidak terserap, Purbaya menyebut akan segera dialihkan ke sektor yang lebih produktif.
“Program ini saya harapkan nanti triwulan ini ekonomi kita bisa tumbuh di atas 5,5%, triwulan tahun depan bisa lebih cepat lagi,” pungkas Purbaya

