CPM, Solusi Cerdas PEP Prabumulih untuk 'Zero Accident' dan Efisiensi
Poin Penting
|
PRABUMULIH, investortrust.id - PT Pertamina EP (PEP) Prabumulih Field sukses menciptakan alat chemical pump modifikasi (CPM) yang mampu menekan risiko paparan bahan kimia sekaligus mempercepat waktu kerja penginjeksian chemical. Inovasi ini menjadi bukti komitmen perusahaan dalam menjaga keselamatan kerja dan efisiensi produksi.
Sebagai salah satu lapangan produksi migas terbesar di Indonesia, PEP Prabumulih Field mencatat produksi rata-rata 11.000 barel minyak per hari (BOPD) dan 117 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD). Dengan skala produksi sebesar itu, penerapan aspek health, safety, security, and environment (HSSE) menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas operasi.
Baca Juga
Penopang Sumatra, Pertamina EP Zona 4 Catat Produksi LPG Naik Jadi 16.547 MT
“Produksi memang penting, tetapi yang lebih utama adalah keselamatan kerja, karena itu kami terus melakukan inovasi agar operasi tetap efisien sekaligus aman,” ujar Tim CPM, PEP Prabumulih Field, Eka, saat acara media visit di Prabumulih, Sumatra Selatan, Rabu (8/10/2025).
Sebelum adanya alat CPM, ia menyebut bahwa proses penginjeksian bahan kima dilakukan secara manual hingga 14 kali dalam sehari dengan durasi sekitar 2 jam per kegiatan. Kondisi ini membuat pekerja berpotensi terpapar bahan kimia secara langsung meskipun sudah mengenakan alat pelindung diri lengkap.
Berangkat dari persoalan tersebut, tim teknis PEP Prabumulih mengembangkan alat CPM yang mampu mengotomatisasi proses pengisian chemical tanpa perlu mengangkat atau menuang cairan secara manual.
Dengan sistem baru ini, waktu pengisian berkurang drastis dari 2 jam menjadi hanya 30 menit, sekaligus menghilangkan potensi paparan langsung terhadap bahan kimia.
“CPM kami buat dalam dua tipe, yakni on site yang terpasang permanen di area kerja dan portable yang bisa dibawa ke lokasi sumur. Prinsip kerjanya sederhana, seperti pompa transfer, tetapi dampaknya signifikan terhadap keselamatan pekerja,” jelas dia.
Keunggulan lain alat ini dilengkapi arus ganda (AC dan DC) serta modul charging, sehingga tetap dapat beroperasi meskipun di lokasi tanpa pasokan listrik. Teknologi ini membuat CPM fleksibel digunakan di berbagai kondisi lapangan migas.
Senior Field Manager PEP Prabumulih Field, Muhammad Luthfi Ferdiansyah menegaskan bahwa inovasi CPM merupakan bagian dari semangat berkelanjutan dalam meningkatkan kinerja dan keselamatan kerja. “Dalam dunia industri yang dinamis, kami akan terus melakukan improvement dan inovasi berkelanjutan,” ujarnya.
Baca Juga
Inovasi CPM turut mendukung implementasi 8 pencegahan insiden berulang yang menjadi kebijakan direksi Pertamina. Langkah ini memperkuat komitmen PEP Prabumulih Field terhadap target zero accident dan efisiensi operasi berkelanjutan.
Selain CPM, tim PEP Prabumulih juga mengembangkan inovasi Geostabilink sebagai solusi perbaikan jalan operasional menggunakan material geogrid untuk menstabilkan tanah dan mengurangi frekuensi perawatan jalan di area produksi.
Dengan sederet inovasi tersebut, PEP Prabumulih Field membuktikan bahwa teknologi dan keselamatan dapat berjalan beriringan, memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menciptakan standar baru dalam pengelolaan lapangan migas di Indonesia.

