Bersinergi dengan PU, Meinhardt Indonesia Perkuat Investasi Strategis Infrastruktur Nasional
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Memasuki usia ke-50 tahun, Meinhardt Indonesia akan terus bersinergi dengan pemerintah, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum (PU), untuk memperkuat investasi strategis infrastruktur nasional.
“Kami menyelenggarakan 50th Golden Jubilee sebagai komitmen perusahaan untuk terus berkontribusi dalam pembangunan kota dan infrastruktur yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan di Tanah Air,” kata Managing Director Meinhardt Indonesia, Djinadi Gunawan dalam keterangannya, Sabtu (27/9/2025).
Djinadi menjelaskan, didirikan pada 1975, Meinhardt Indonesia telah terlibat dalam sedikitnya 3.000 proyek multidisiplin di seluruh penjuru negeri, dari kawasan perkotaan, kawasan industri, pelabuhan, hingga bangunan ikonik.
Beberapa proyek ternama di antaranya Manara Astra, Mori Tower Jakarta, Trinity Tower, Anandamaya Residence, Fairmont Hotel & Service Apartment Jakarta, AI Data Centres, Pepsico Snack Plant, dan PIK 2 CBD Development.
Baca Juga
Anggaran Infrastruktur Era Prabowo Diproyeksikan Turun Jauh Dibanding Era Jokowi
"Lima dekade perjalanan ini adalah bukti dedikasi kami untuk menciptakan solusi teknik yang tidak hanya efisien dan inovatif, tetapi juga berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan," ujar dia.
Djinadi menambahkan, Meinhardt Indonesia ingin berperan lebih besar dalam menciptakan kota yang pintar, tangguh, inklusif, dan berkelanjutan. Hal itu sejalan dengan arah kebijakan nasional menuju kota yang cerdas, berketahanan, dan berkelanjutan.
Melalui strategi tersebut, menurut dia, Meinhardt menargetkan pertumbuhan nilai kontrak hingga 30% per tahun, sekaligus meningkatkan portofolio proyek strategis hingga US$ 2 miliar per tahun dalam lima tahun mendatang.
Djinadi Gunawan menegaskan, Meinhardt Indonesia terus berkomitmem memperluas kontribusi pada pembangunan infrastruktur nasional melalui serangkaian langkah investasi strategis. Fokus utama diarahkan pada pengembangan energi hijau, infrastruktur perkotaan, dan pusat data (data centre) dalam tiga tahun ke depan.
Dalam 5-10 tahun ke depan, kata dia, Meinhardt berkomitmen mengedepankan desain bangunan rendah karbon dan kota pintar, serta memperluas integrasi teknologi digital dalam perencanaan dan monitoring proyek.
Baca Juga
Proyek Infrastruktur dan Belanja Barang Modal Dorong PMTB Tumbuh 6,99% di Kuartal II-2025
“Kami juga berkomitmen menyediakan solusi desain yang mendukung visi Kementerian Pekerjaan Umum dalam mewujudkan infrastruktur hijau dan berketahanan iklim,” ujar dia.
Akselerasi Infrastruktur
Djinadi mengungkapkan, perayaan Golden Jubilee ini juga mempertegas sinergi Meinhardt Indonesia dengan Kementerian PU yang tengah mengakselerasi pembangunan infrastruktur nasional berbasis prinsip konstruksi hijau, dam infrastruktur inklusif. PU juga terus mendorong kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).
Dia mengemukakan, Kementerian PU dalam beberapa tahun terakhir menggulirkan berbagai program strategis, di antaranya pengembangan infrastruktur berkelanjutan untuk mitigasi iklim dan efisiensi energi melalui prinsip environmental, social, and governance (ESG).
Selain itu, menurut Djinadi, Kementerian PU menggulirkan skema KPBU dalam 10 tahun terakhir senilai Rp 563,39 triliun dengan fokus pada proyek-proyek strategis, seperti seperti penyediaan air minum, pengelolaan persampahan, pengembangan jalan tol, serta pembangunan jalan dan jembatan nasional.
Beberapa program strategis lainnya, kata dia, adalah penerbitan rekomendasi persetujuan bangunan gedung (PBG) yang mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dengan memastikan target minimal 30% ruang terbuka hijau pada setiap kota.
“Ini sebagai bagian dari upaya menciptakan kota yang ramah lingkungan. Kementerian PU juga mengintegrasikan prinsip inklusivitas pada desain infrastruktur untuk semua kelompok Masyarakat,” tutur dia.
Baca Juga
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo mengapresiasi peran Meinhardt Indonesia dalam pembangunan kota dan infrastruktur nasional. Meinhardt hadir bukan hanya sebagai konsultan, melainkan sebagai mitra strategis perjalanan Indonesia menuju masa depan dengan perencanaan presisi, pengawasan teliti, dan teknologi mutakhir.
"Sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto, kita bersama membangun infrastruktur yang tangguh, berkelanjutan, dan ramah lingkungan,” tegas Dody Hanggodo.
Menteri PU menekankan, infrastruktur yang dibangun bukan sekadar beton dan baja, tetapi ruang hidup yang meningkatkan kualitas masyarakat dan menjadi warisan generasi mendatang. “Meinhardt telah menunjukkan dedikasi itu selama lima dekade, dan kami berharap kiprah ini terus melangkah lebih jauh," ujar dia.

