SPPG Bojong Koneng Jadi 'Dapur' Bagi Puluhan Keluarga
Poin Penting
|
BOGOR, investortrust.id - Program makan bergizi gratis (MBG) yang belakangan menuai sorotan hingga adanya usulan penghentian sementara, ternyata memiliki cerita menarik di balik dapurnya. Salah satunya datang dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bojong Koneng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang sekaligus menjadi dapur MBG pertama di Indonesia.
SPPG Bojong Koneng nyatanya tidak hanya sekadar menyiapkan makanan bergizi bagi para penerima manfaatnya. Lebih dari itu, tempat tersebut juga menjadi dapur, yang menjadi harapan puluhan keluarga menggantungkan nasibnya.
Kepala SPPG Bojong Koneng, Hengki Romadon, mengatakan dapur MBG yang ia pimpin memiliki sebanyak 50 pegawai. Ia memastikan seluruh pegawai merupakan warga sekitar yang mayoritasnya adalah ibu rumah tangga.
Hengki menuturkan, dapur SPPG Bojong Koneng melayani sebanyak 3.135 orang penerima manfaat, yang berasal dari 2 SMP, 6 SD, 1 MI, 8 PAUD, 1 Posyandu, dan 8 Puskesmas.
Dijelaskan oleh Hengki, seluruh SPPG Bojong Koneng dibagi ke dalam enam tim yang memasok ribuan porsi MBG untuk para penerima manfaat. SPPG Bojong Koneng melakukan dua kali distribusi makanan setiap harinya, yakni pada pukul 06.30 WIB dan 09.00 WIB.
"50 orang itu dibagi menjadi 6 tim. Pertama tim cuci, tim distribusi, tim masak, tim pemorsian, kebersihan, dan keamanan. Semua pekerja asli dari warga sekitar sini,” ungkap Hengki di SPPG Bojong Koneng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (24/9/2025).
Salah satu pegawai dapur adalah Rukmini (32), yang bekerja pada bagian packing. Ia mengakui dengan adanya program MBG, memberikan harapan tersendiri bagi keluarganya. Rukmini, yang sebelumnya ibu rumah tangga, kini memiliki pemasukan tambahan yang bisa membantu dapur keluarga lebih mengepul.
Ia bercerita, setiap harinya bekerja sejak pukul 03.00 WIB pagi hingga 11.00 WIB. Dan kepada awak media, ia mengaku menjalani keseharian bekerja di SPPG Bojong Koneng dengan senang.
"Tadinya kita di rumah, jadi ada kerjaan. Membantu penghasilan kita, ekonomi kita, yang tadinya seharian di rumah tidur, jadi sekarang ada manfaatnya. Jadi kerja, bangun malam-malam kan enak tuh, terus anak-anak juga dapat manfaat makan," kata Rukmini.
Baca Juga
Sama seperti Rukmini, rasa syukur atas kehadiran program MBG dan SPPG Bojong Koneng juga datang dari Junaedi (25). Pria asli Kabupaten Bogor ini mengaku sempat kehilangan pekerjaan sebagai juru masak di restoran cepat saji imbas dari pandemi covid-19.
Dengan berbekal pengalaman tersebut, kini ia menjadi juru masak di dapur SPPG Bojong Koneng sudah sekitar hampir delapan bulan. Menyiapkan makanan bergizi gratis untuk balita, pelajar, hingga ibu hamil.
“Selama saya bekerja di sini, Alhamdulillah membantu ekonomi keluarga saya. Saya juga ngerasa senang ini kan tujuannya buat distribusi ke anak-anak sekolah gitu, ke adik-adik kita gitu. Jadi saya merasa bangga pada diri sendiri dan tim-tim yang udah kerja di sini gitu,” jelasnya.
Pria 25 tahun itu berharap agar program MBG tidak dihentikan, seperti wacana yang mulai ramai digulirkan. Bahkan ia berharap agar program MBG ini dapat diteruskan hingga presiden selanjutnya.
"Jujur hampir 100% ekonomi keluarga saya terbantu dengan penghasilan di sini. Harapannya sih kedepannya semoga program ini lebih lanjut lagi, Pak. Ke jenjang misalnya ke presiden yang selanjutnya gitu ya kan ini benar-benar membantu gitu,” tandas Junaedi.

