Menaker Ingin Industri Padat Karya Naikkan Produktivitas
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli ingin mendongkrak produktivitas sektor padat karya. Sektor yang menyerap sekitar 13,8% dari total tenaga kerja ini sedang mengalami perlambatan
“(Industri) Padat karya ini kita harus naikkan produktivitasnya dan kemudian industri yang sifatnya padat modal kita harus ekspansi agar lebih banyak tenaga kerja terserap,” kata Yassierli, saat menghadiri pertemuan dengan Kadin Indonesia, di Hotel Aryaduta, Jakarta, Jumat (12/9/2025).
Untuk meningkatkan daya saing industri, Yassierli mengatakan perlu intervensi yang sifatnya 4P yaitu people, product, process, dan policy.
Untuk memastikan intervensi ini bekerja maksimal, Yassierli mengatakan telah mengembangkan Labor Analytic Dashboard, sebuah sistem pemantauan ketenagakerjaan yang mendata pekerja hingga level kabupaten atau kota. Dengan sistem ini, pemerintah dapat memantau perkembangan program ketenagakerjaan.
Baca Juga
Menteri PKP Gandeng Danantara dan KADIN Indonesia, Sosialisasi KUR Perumahan
“Kita melihat spesifik data, bagaimana tingkat pengangguran, tingkat pertumbuhan ekonomi, bagaimana profil pekerja di situ, industrinya seperti apa, termasuk labor productivity dalam kota/kabupaten,” ujar dia.
Dengan ada sistem pemantauan ini, Kemenaker dapat memfokuskan intervensi tentang produktivitas dan dalam industri apa.
Selain sistem pemantauan, Yassierli mengatakan akan mengoptimalkan keberadaan Balai Latihan Kerja (BLK). Sebab, BLK sebetulnya memiliki standar kompetensi yang terjaga.
Yassierli berharap Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia hingga tingkat daerah dapat mengembangkan BLK. Sebab, tantangan mendatang ketenagakerjaan yaitu mengenai upskilling dan reskilling.
“Balai pelatihan vokasi itu kemudian menjadi penting. Bahkan saya juga berharap sebenarnya dalam setiap kawasan industri, kawasan ekonomi khusus, dan seterusnya ada BLK,” ujar dia.

