Anindya Bakrie Buka-bukaan soal Potensi Pasar Kendaraan Listrik yang Digarap VKTR
JAKARTA, investortrust.id – Chief Executive Officer (CEO) & President Director PT Bakrie & Brothers Tbk, Anindya Novyan Bakrie buka-bukaan tentang potensi pasar mobil listrik (electric vehicle) di Indonesia yang sedang digarap PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR).
VKTR adalah perusahaan pionir industri kendaraan listrik di Tanah Air yang bernaung di bawah bendera Bakrie & Brothers. VKTR menjalin kemitraan strategis dengan PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) melalui salah satu anak perusahaannya, PT IMG Sejahtera Langgeng. Dalam kemitraan strategis itu, VKTR dan Indomobil juga mendirikan perusahaan patungan (joint venture).
Menurut Anindya Bakrie, menjadi pionir dalam industri kendaraan listrik komersial bukanlah hal yang mudah. “Perjalanan mencapai hari ini tidak singkat dan mudah, dimulai pada 2019 dengan segala upaya untuk mendorong pemerintah merealisasikan adopsi kendaraan listrik di Indonesia,” tutur Anin, di sela-sela seremoni penandatanganan kemitraan VKTR dengan Indomobil di Gedung The Convergence, Kuningan, Jakarta, Selasa (20/2/2024).
Baca Juga
Percepat Adopsi Kendaraan Listrik, VKTR dan Indomobil Jalin Kemitraan Strategis
Acara itu antara lain dihadiri Direktur Utama PT Indomobil Sukses Internasional Tbk Jusak Kertowidjojo, Direktur Indomobil Group Evensius Go, Direktur Pengembangan Bisnis Indomobil Group Andrew Nasuri, Presiden Direktur Samuel Sekuritas Hisdi Liem, jajaran direksi Bakrie & Brothers, dan jajaran direksi VKTR.
Anindya Bakrie mengaku sangat senang bisa bekerja sama dengan Indomobil untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia yang terus berkembang. “Kami bermitra dengan perusahaan yang tidak perlu diragukan lagi kompetensi dan pengalamannya dalam industri otomotif di Indonesia,” tegas dia.
Target NZE 2060
Anin yakin kemitraan strategis VKTR dengan Indomobil akan menghasilkan pencapaian positif, bukan saja bagi kedua perusahaan, tapi juga bagi bangsa Indonesia yang sedang berjuang mengurangi emisi karbon dan mencapai target Net Zero Emission (NZE) pada 2060.
“Kami optimistis karena melalui kemitraan strategis ini, kami menggabungkan expertise kedua pihak. Apalagi potensi market kendaraan listrik di Indonesia, khususnya kendaraan komersial, masih sangat besar,” tandas dia.
Baca Juga
Menko Airlangga: Dorong Investasi Kendaraan Listrik, Pemerintah Terbitkan Sejumlah Insentif
Anindya menjelaskan, per Oktober 2023, total populasi truk di Indonesia mencapai sekitar 6 juta unit yang tersebar di seluruh pelosok Tanah Air. Dari jumlah itu, hanya 10 unit yang menggunakan tenaga listrik, jauh di bawah angka 1%.
“Begitu pula bus. Dari total bus sebanyak267 ribu unit, tidak sampai 1%-nya yang mengadopsi tenaga listrik,” ujar Chairman VKTR tersebut.
Selain itu, menurut Anindya, sektor kendaraan komersial masih menjadi segmen yang paling sedikit dilirik dalam konteks adopsi kendaraan listrik yang terbatas di Indonesia, yaitu kurang dari 1% dari total kendaraan listrik secara nasional.
“Masih sangat tertinggal untuk mencapai target NZE pada 2060. Artinya, masih ada kesempatan lebih dari 90% bagikita untuk bersama-sama mendorong dan merealisasikan adopsi kendaraan listrik di Indonesia,” papar dia.

