Rakornas Usai, OIKN Ajak Pemda Turut Membangun IKN Nusantara
JAKARTA, investortrust.id – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) telah merampungkan penyelenggaraan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dengan pemerintah daerah (Pemda).
Pada ajang itu, OIKN mengenalkan IKN sebagai “Loncatan Peradaban Indonesia” sekaligus menjajaki potensi kerja sama Pemda di 500 Kabupaten/Kota di Indonesia.
Kepala OIKN, Bambang Susantono menyatakan, OIKN akan mengadakan roadshow di beberapa kota yang perekonomiannya cukup terpusat seperti, Surabaya, Medan, dan Makassar.
Baca Juga
“Nantinya kita akan mengadakan beberapa roadshow di kota-kota yang ada pusat ekonominya, kemungkinan di Surabaya, Medan, Makassar, dan tempat-tempat lain untuk mengundang para pelaku-pelaku bisnis dari kabupaten/kota, dan provinsi itu untuk bersama-sama membangun Nusantara,” ujar Bambang di Grand Ballroom Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, Kamis (14/3/2024).
Dia juga menyampaikan tujuan Rakornas ini adalah untuk menjalin hubungan kerja sama, serta mengajak para Pemda untuk membangun IKN bersama-sama dalam mewujudkan ‘Kota Kelas Dunia untuk Semua’.
“Kami mengundang kabupaten/kota, provinsi, dan juga beberapa kementerian/lembaga untuk bersama-sama menjalin kerja sama, utamanya dalam membangun Nusantara bersama-sama. Karena kita tahu bahwa Nusantara ini milik kita semua," ucap Bambang.
Lebih lanjut, melalui pertemuan tersebut, diharapkan timbul potensi-potensi kerja sama yang selama ini sudah mulai digagas, serta dapat diwujudkan dalam waktu yang sesegera mungkin.
Baca Juga
Ada yang Bertaraf Internasional, Cek Jadwal Event Menarik di IKN pada 2024
“Kalau kita melihat teori perencanaan kota dan wilayah, kota itu ada sistemnya. Jadi kota itu tidak bisa melakukan semuanya sendiri pasti akan ada kerjasama atau interaksi antara satu kota dan kota lain. Namanya Urban System,” lanjutnya.
Saat ini Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN telah mencapai progres 77% untuk Batch I menuju persiapan Upacara Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-79, dan total nilai investasi yang masuk saat ini mencapai Rp 49,6 triliun.
“Sekarang kita masih berfokus kepada Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Tetapi dari kenyataan yang ada di lapangan bahwa minat-minat dari 5 kali groundbreaking senilai Rp49,6 triliun itu sudah mencakup di luar wilayah KIPP juga. Ada beberapa wilayah pengembangan yang sudah diminati oleh beberapa investor, misalnya wilayah pengembangan di barat, agak sebelah utara,” ungkap Bambang. (CR-3)

