Tembus Pasar Hong Kong, Mendag Lepas Ekspor Rempah dan Madu Senilai Rp 5,6 Miliar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso melepas ekspor produk rempah dan madu produksi pelaku usaha kecil, mikro, dan menengah (UMKM) asal Bali, CV Naralia Group yang berhasil menembus pasar Hong Kong untuk pertama kalinya.
Nilai ekspor perdana ke Hong Kong untuk produk rempah seperti vanili, kayu manis, pala; serta madu ini sebesar US$ 350.000 atau setara Rp 5,6 miliar. Pelepasan ekspor berlangsung di Denpasar, Bali. Mendag mengatakan, pelepasan ekspor kali ini menjadi momentum yang semakin mendorong perluasan akses pasar produk Indonesia.
“Ekspor kali ini membuktikan bahwa UMKM Indonesia siap dan mampu bersaing di pasar global. Saya harap, ekspor kali ini menjadi inspirasi dan penyemangat bagi UMKM lainnya untuk menjadi eksportir dan turut berkontribusi terhadap perekonomian,” ungkap Mendag dalam keterangan tertulisnya, Rabu (30/7/2025).
Menurut Mendag Budi, tren dan proyeksi permintaan global terhadap rempah diperkirakan tumbuh rata-rata 5—6% selama 2023—2028. Pertumbuhan ini diiringi oleh peningkatan kesadaran konsumen global dalam menerapkan hidup sehat dan menggunakan produk berbahan alami.
Berkaca dari catatan tersebut, rempah Indonesia berpotensi besar untuk terus tumbuh di pasar global. Indonesia merupakan eksportir rempah ke-4 dunia setelah India, Vietnam, dan Tiongkok. Produk rempah ekspor unggulan Indonesia, yaitu lada, cengkeh, dan pala.
Ekspor rempah Indonesia ke dunia pada 2024 tercatat senilai US$ 989,5 juta dengan tren pertumbuhan sebesar 1,94% dalam lima tahun terakhir. Pelepasan ekspor rempah dan madu kali ini merupakan bentuk sinergi pemerintah dan swasta dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Dalam pelepasaran ekspor itu, turut hadir Gubernur Bali I Wayan Koster. Ia menjelaskan, Bali membuat transformasi perekonomian yang tidak bergantung pada sektor pariwisata. Ada beragam produk yang berpotensi diminati di pasar ekspor seperti kopi, garam, dan arak Bali.
"Kami fokus untuk mengembangkan produk dari hulu hingga hilir agar memiliki nilai tambah. Untuk itu, kami sangat mendukung produk-produk Bali untuk diekspor ke pasar global," ungkap Wayan Koster.

