80.000 Kopdes Merah Putih Bangun Solar Panel, Sekjen ESDM: Sesuai Program Presiden
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merespons rencana 80.000 Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih untuk memiliki solar panel. ESDM menilai, hal ini merupakan langkah bagus sebagai upaya mendorong swasembada energi.
Ide Kopdes Merah Putih membangun solar panel pertama kali dilontarkan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas). Dia mengatakan, untuk pembangunan solar panel di 80.000 Kopdes dibutuhkan biaya US$ 100 miliar.
Baca Juga
Pemerintah Rencanakan 80.000 Kopdes Merah Putih Dilengkapi Solar Panel
“Saya kira bagus. Saya tidak merespons angka (biaya)-nya ya, tetapi dari sisi program, kita memang mendorong supaya semua masyarakat mendapatkan listrik. Ini kan program Pak Presiden untuk ketahanan energi,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Dadan Kusdiana, di Jakarta, Jumat (25/7/2025).
Dadan tidak memungkiri bahwa belum semua wilayah di Indonesia mendapatkan jaringan PLN (off-grid). Maka dari itu, untuk mengatasi hal tersebut bisa dengan mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).
“Nah untuk daerah-daerah tertentu yang belum ada jaringan PLN, didorong dengan off-grid. Off-grid yang paling simple karena di seluruh wilayah itu ada matahari, ya dari matahari. Itu yang namanya PLTS, berarti off-grid pakai baterai di situ,” jelas Dadan.
Sebelum ini, Zulkifli Hasan menyampaikan, Kopdes Merah Putih dibentuk bukan hanya untuk menjadi pusat perekonomian di desa-desa, tetapi mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT). Ini juga menjadi langkah untuk mendorong transisi energi.
"Kita sudah membangun 80.000 Kopdes. Koperasi tadi tidak hanya simpan pinjam, tetapi di situ juga nanti akan menjadi pusat kegiatan ekonomi di desa, termasuk mempersiapkan energi baru-terbarukan," kata Zulhas dalam acara Green Impact Festival di Jakarta, Kamis (24/7/2025).
Baca Juga
Solar Panel Pertamina Ubah Nasib Petani di Kutai Timur Makin 'Cuan'
Zulhas memaparkan, subsidi energi listrik yang ditanggung pemerintah setiap tahun sebesar US$ 25 miliar. Maka dari itu, dengan dibangunnya solar panel berbasis desa, akan mengurangi subsidi dan menciptakan kemandirian energi.
"Sedang kita kaji, di 80.000 desa itu nanti kita akan bangun 1 sampai 1,5 hektare solar panel berbasis desa, kecamatan, kabupaten. Jadi punya energi yang mandiri," ucapnya.

