APPBI: Pengunjung Mal Didominasi Kelas Menengah Bawah, Orang Kaya Hanya 5%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja mengungkapkan, pusat perbelanjaan atau mal didominasi oleh masyarakat kelas menengah bawah. Sedangkan, untuk kalangan orang kaya atau kelas menengah atas saat ini hanya sekitar 5%.
Sementara itu, untuk kalangan kelas menengah hanya 35% yang mengunjungi pusat perbelanjaan. Adapun untuk kelas bawah sebanyak 60%. Dengan begitu, kebanyakan mal-mal di Indonesia hanya diisi dari masyarakat kelas bawah.
“Jadi sebetulnya pusat perbelanjaan di Indonesia didominasi 95% oleh kelas menengah bawah maksudnya itu,” ucap Alphonzus saat ditemui di PGC Mal, Jakarta Timur, Rabu (23/7/2025).
Baca Juga
APPBI Prediksi Pertumbuhan Pusat Perbelanjaan 2024 Tak Lebih dari 5%
Kondisi ini menurut Alphonzus menjadi salah satu penyebab terjadinya fenomena rombongan jarang beli atau yang kerap disebut dengan istilah Rojali. Pasalnya, masyarakat kelas menengah atas kini berhati-hati mengeluarkan uangnya untuk berbelanja dan lebih memilih untuk berinvestasi atau menabung.
“Jadi misalkan kalau yang di kelas menengah atas penyebabnya misalkan mereka lebih berhati-hati dalam berbelanja, apalagi kalau ada pengaruh makroekonomi, mikroekonomi dari global,” ungkapnya.
Baca Juga
Gelar Festival Belanja di 396 Mal, APPBI Incar Transaksi Rp 25 Triliun
Lebih lanjut, Alphonzus menyebutkan, gaya berbelanja masyarakat kelas menengah atas di pusat perbelanjaan saat ini mengalami perubahan. Menurutnya, mereka akan berbelanja secara lebih selektif, dan juga memilih untuk membeli barang atau produk yang lebih murah.
“Tetapi yang berubah itu kan pola belanjanya. Pola belanjanya satu mereka jadi lebih selektif berbelanja. Kalau tidak perlu, tidak (belanja) ya, kemudian kalaupun belanja beli barang produk yang harga satuan, yang unit price-nya murah. Itu yang terjadi,” beber Alphonzus.

