Indonesia Siap Jadi "Silicon Valley" Asia Tenggara, tetapi dengan Sentuhan Lokal
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah Indonesia menegaskan tekadnya menjadikan Indonesia sebagai pusat inovasi teknologi digital di Asia Tenggara (ASEAN) dengan pendekatan berdaulat, inklusif, dan berbasis kearifan lokal.
Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) Ismail menegaskan bahwa Indonesia tidak akan meniru model Silicon Valley secara mentah-mentah. Menurutnya, arah pembangunan digital Indonesia harus mencerminkan karakter bangsa, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat di berbagai daerah.
“Ambisi menjadi Silicon Valley Asia Tenggara bukanlah untuk meniru, melainkan membangun model Indonesia yang unik dengan inovasi-inovasi inklusif, berlandaskan kearifan lokal, dan berorientasi pada nilai,” ujar Ismail dalam keterangan tertulis, Kamis (17/7/2025).
Baca Juga
Kadin Dukung Revisi RUU Penyiaran agar Selaras dengan Teknologi Digital
Langkah ini merupakan bagian visi besar Presiden Prabowo Subianto dalam kerangka Indonesia Digital 2045. Visi tersebut menempatkan transformasi digital bukan sekadar alat modernisasi, tetapi misi strategis nasional yang mencakup kedaulatan teknologi, peningkatan daya saing sumber daya manusia (SDM), dan penguatan ketahanan sosial berbasis inovasi.
Ismail menyebut bahwa Indonesia sudah siap tampil sebagai pusat inovasi teknologi di kawasan. Ia menjelaskan bahwa pemerintah telah merancang strategi digital nasional yang dibangun di atas empat pilar utama, yakni infrastruktur digital, pemerintahan digital, ekonomi digital, dan masyarakat digital.
Di sisi lain, Ismail mengapresiasi kemajuan startup-startup lokal, seperti Xendit, Ruangguru, Kata.ai, dan KampungDigital. Ia menilai startup lokal punya peran besar dalam membangun ekosistem digital yang berdampak langsung pada masyarakat. “Mereka telah mengubah lanskap digital, bukan hanya demi produktivitas, tetapi pendidikan, martabat, dan ketahanan sosial,” katanya.
Sebagai bentuk komitmen, Kemenkomdigi mendorong lahirnya regulasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Selain itu, pemerintah fokus pada pengembangan talenta digital, penguatan keamanan siber, dan penyusunan tata kelola kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang etis.
Baca Juga
Memperkuat UMKM Indonesia Lewat Kepemilikan Rantai Pasok dan Transformasi Digital
“Kemenkomdigi percaya bahwa pemerintah harus menjadi platform yang memfasilitasi, bukan menghambat. Itu berarti berinovasi bersama startup dan membuka ruang kolaborasi lintas sektor,” ujar Ismail.
Ismail menyebut, pemerintah ingin menciptakan ekosistem digital yang tidak hanya mendukung pertumbuhan ekonomi, tetapi menjaga nilai, keberagaman, dan inklusi. Transformasi digital diharapkan menjadi lokomotif menuju Indonesia Emas 2045, sekaligus menjadikan Indonesia sebagai produsen, bukan hanya pengguna teknologi global.
Dengan pendekatan khas Indonesia yang menggabungkan inovasi dan kearifan lokal, pemerintah optimistis pembangunan ekosistem digital nasional akan menghasilkan solusi lebih relevan, berkelanjutan, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

