MIND ID Bangun Rantai Baterai di Halmahera dan Karawang, KPBB Kasih Jempol
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) mengapresiasi alias kasih jempol langkah Grup MIND ID dalam membangun proyek ekosistem industri baterai kendaraan listrik (electrical vehicle/EV) terintegrasi di Buli, Halmahera Timur, dan Karawang, Jawa Barat.
Langkah strategis Grup MIND ID ini dinilai sebagai upaya kunci untuk mengamankan posisi Indonesia dalam rantai pasok kendaraan listrik global, yang saat ini tengah berkembang pesat guna memperkuat transisi energi.
Direktur Eksekutif KPBB Ahmad Safrudin, menyampaikan bahwa transformasi industri untuk memproduksi kendaraan listrik secara mandiri telah menjadi kebutuhan utama banyak negara maju, khususnya dalam mendukung agenda transisi energi.
Baca Juga
Dividen Jumbo dan Laba Naik 46%, Saham Tambang Grup MIND ID Beri Sinyal Tawarkan 'Cuan'
Indonesia sendiri memiliki posisi yang sangat strategis karena memiliki kekayaan sumber daya alam yang menjadi bahan baku utama industri ini, mulai dari nikel, kobalt, hingga aluminium.
"Oleh karena itu, peran BUMN strategis seperti Grup MIND ID sangat penting untuk memastikan bahwa kekayaan ini tidak hanya diekspor dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai tambah di dalam negeri yang dapat mendukung transisi energi,” ujarnya.
Ahmad menilai bahwa sebagai induk holding industri pertambangan, MIND ID berada dalam posisi ideal untuk menjadi lokomotif. Terlebih MIND ID dapat mengintegrasikan rantai pasok hulu ke hilir seluruh komoditas mineral dan batu bara kelolaan anggota MIND ID.
“MIND ID harus menjadi tulang punggung dalam pengembangan industri baterai EV. Mereka punya akses ke bahan baku, anak usaha yang relevan, dan kekuatan koordinatif untuk membangun industri nasional yang kompetitif,” ujarnya.
Baca Juga
Usai Setor Rp 20,1 triliun ke Danantara, MIND ID Tagih Dividen Rp 5,20 Triliun dari Tiga Emiten Ini
Ahmad juga mendorong penguatan program keberlanjutan agar peran MIND ID dalam hilirisasi industri semakin adaptif terhadap tantangan lingkungan di masa mendatang.
Ia menekankan bahwa MIND ID harus mampu konsisten menciptakan operasional industri yang mendukung net zero emission (NZE), serta efisiensi dalam penggunaan energi.
"Dengan penguatan program keberlanjutan secara komprehensif, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh MIND ID, tetapi juga lingkungan alam, sehingga juga dapat menjamin keberlanjutan operasional perusahaan di masa depan,” pungkas Ahmad.

