Presiden Prancis Bakal Kunjungi RI Mei, Anindya Bakrie Ungkap IFCCI Gala Dinner 2025 Jadi Kesempatan Bangun 'People to People Relationship'
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie menghadiri acara Indonesian French Chamber Of Commerce And Industry (IFCCI) Gala Dinner 2025 bertajuk "Celebrating 75 Years of Diplomatic Relations Between France and Indonesia" di Hotel Pullman Jakarta Central Park, Kamis (24/4/2025)
Dalam gelaran yang bertujuan memperingati 75 tahun hubungan diplomatik antara Prancis dan Indonesia ini, Anindya mengungkapkan bahwa IFCCI Gala Dinner 2025 sekaligus juga menjadi kesempatan untuk mulai membangun people to people relationship seiring dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Indonesia pada 27 hingga 29 Mei 2025 mendatang.
"Nah, tadi terlihat bagus sekali gabungan antara charity, lalu juga fashion atau busana, dan juga satu lagi ini community, bagaimana supaya hubungan antara Prancis dan Indonesia bisa lebih baik," ujar Anindya.
Anindya menjelaskan, trade Indonesia dengan Prancis lebih kurang memiliki kesamaan. Sehingga, menurut Anindya, hal ini perlu diperbesar lagi kedepannya.
"Dan juga bisa ada investasi di kedua negara, tapi tadi ada 200 perusahaan Prancis yang berpartisipasi. Jadi disini tidaklah mungkin terjadi kalau tidak dukungan dari ambasador atau dubes (duta besar) dari Prancis (Fabien Penone)," ungkap Anindya.
Lebih lanjut, Anindya menyebut, Kadin Indonesia telah menyiapkan berbagai rencana terkait kunjungan kenegaraan Presiden Prancis Emmanuel Macron pada bulan depan mendatang tersebut. Menurut Anindya, dari kunjungan kenegaraan ini tentu pemerintah akan memperkuat kerja sama di berbagai sektor, seperti pertahanan, pendidikan, kesehatan, dan berbagai industri yang sangat menarik untuk dikembangkan.
"Namun yang paling menarik adalah EU, Economic Union, Comprehensive Economic Partnership, kemungkinan akan beres tahun ini. Ini akan membuka pasar baru bagi perdagangan Indonesia. Nah, Prancis bisa menjadi navigator di EU. Dan sebaliknya. Indonesia bisa menjadi navigator di ASEAN," jelas Anindya.
Anindya menambahkan, Kadin melihat hal ini sebagai "win-win" untuk memastikan bahwa relasi ini bisa berlanjut setelah IEU-CEPA ini berjalan atau perjanjian antara Indonesia dengan European Union Uni bisa menjadi hal yang baik.
"Dan tentu Kadin seperti biasa selalu menyediakan kesempatan dan juga menyediakan fasilitas, ya supaya bisa juga bertemu dengan para pengusaha. Dan mudah-mudahan lah, karena kan Kadin ini fokusnya di B2B, business to business," pungkas Anindya.
Sebagai tambahan informasi, gelaran ini turut dihadiri oleh Duta Besar Perancis untuk Indonesia dan Timor Leste Fabien Penone, President of Indonesian French Chamber of Commerce and Industry (IFCCI) Sebastien Gautier, Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2014-2019 Susi Pudjiastuti, dan Ilham Akbar Habibie.

