Harga Minyak Anjlok 3% karena Trump Naikkan Tarif ke Tiongkok Jadi 145%
CHICAGO, Investortrust.id - Harga minyak mentah turun lebih 3% pada Kamis (10/4/2025) waktu AS atau Jumat (11/4/2025) pagi WIB karena Presiden AS Donald Trump menaikkan tarif terhadap Tiongkok jadi 145% membayangi penangguhan 90 hari tarif untuk sebagian besar negara lain.
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) acuan AS turun US$ 2,28 atau 3,66% ditutup pada US$ 60,07 per barel, sementara minyak mentah acuan global Brent turun US$ 2,15 atau 3,28% menjadi US$ 63,33 per barel.
Baca Juga
Harga Minyak Melesat di Atas 4% Setelah Trump Tunda Tarif 'Timbal Balik'
Harga minyak mentah naik pada Rabu (9/4/2025) setelah Trump mengumumkan tarif sementara sebesar 10% pada sebagian besar mitra dagang AS. Trump mengatakan pihaknya terbuka untuk menegosiasikan kesepakatan dengan negara-negara yang tidak melakukan pembalasan.
Namun, keputusan Trump meningkatkan tarif pada China, ekonomi terbesar kedua di dunia dan importir minyak mentah terbesar, hingga 145% membebani pasar pada Kamis.
“Tarif terhadap China kini lebih tinggi, itu masih cukup signifikan,” kata Kepala Riset Pasar Minyak di S&P Global Commodity Insights Jim Burkhard dilansir CNBC.
Baca Juga
RI Perbesar Impor LPG dan Minyak dari AS, Bahlil Ungkap Nasib Negara Lain
Dia menyangsikan negosiasi dengan semua negara yang berbeda. "Dapatkah AS bernegosiasi dengan 70 negara sekaligus? Saya rasa kekacauan belum berakhir,” kata dia.
Para trader khawatir dunia sedang menuju perang dagang global yang dapat memicu resesi, sehingga menekan permintaan energi.
Sementara itu, OPEC+ telah sepakat mempercepat produksi pada Mei, yang akan menambah pasokan minyak di pasar yang sudah menghadapi surplus.

